Jakarta, MetroPapua News – Dalam sebuah peristiwa yang tidak terduga, meninggalnya Presiden Iran, Ebrahim Raisi, dalam kecelakaan helikopter telah menyebabkan gejolak di pasar minyak global. Harga minyak dunia langsung naik, mencerminkan ketidakpastian politik yang tiba-tiba muncul di salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia.

Kabar duka ini tidak hanya menimbulkan duka bagi rakyat Iran, tetapi juga gelombang kekhawatiran di pasar energi global. Harga minyak mentah Brent, sebagai patokan internasional, mengalami kenaikan signifikan segera setelah berita kematian Presiden Raisi tersebar.

Iran, sebagai anggota OPEC dan produsen minyak utama, memiliki peran penting dalam menentukan pasokan minyak dunia. Ketidakpastian kepemimpinan yang diakibatkan oleh kecelakaan tragis ini telah memicu spekulasi di pasar tentang potensi gangguan pasokan minyak dari Iran.

Para analis ekonomi dan pengamat pasar telah memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak ini bisa berdampak pada biaya energi secara global, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi di banyak negara.

Pasar saham global juga merespons dengan volatilitas, terutama saham perusahaan-perusahaan energi dan migas. Investor dan trader mencari aset-aset yang lebih aman, seperti emas, yang tradisionalnya dianggap sebagai pelindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi.

Pemerintah Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai dampak kecelakaan ini terhadap produksi minyak. Namun, pasar telah bereaksi dengan cepat, menunjukkan betapa sensitifnya harga minyak terhadap peristiwa geopolitik.

Kenaikan harga minyak ini juga berpotensi mempengaruhi negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak, termasuk Indonesia. Ini bisa berarti peningkatan biaya impor dan tekanan pada neraca perdagangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Baca Juga: Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal dalam Kecelakaan Helikopter

Di sisi lain, negara-negara eksportir minyak mungkin melihat peningkatan pendapatan sementara dari kenaikan harga ini. Namun, keuntungan tersebut bisa terhapus jika harga minyak terus naik dan menyebabkan penurunan permintaan global.

Sementara itu, OPEC telah menyatakan bahwa mereka sedang memantau situasi dan siap untuk bertindak jika diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar minyak. Keputusan OPEC akan sangat ditunggu dalam beberapa hari mendatang.