MAYBRAT, MPN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangpol) Kabupaten Maybrat, melakukan pembinaan dan pengembangan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya, badan kesatuan bangsa dan politik Papua Barat Daya, fasilitas forum Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). MAYBRAT — Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Badan Kesbangpol menggelar pembinaan ketahanan ekonomi, sosial, budaya, serta penguatan P4GN dan FKUB, berlangsung di Gedung Klasis Ayamaru, Kambuaya, Jumat (21/11/25).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Program pembinaan dan pengembangan ini dipimipin langsung oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya, Liber M. Siagian bertempat di Gedung Klasis Ayamaru di Kambuaya, Jumat (21/11/25.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Maybrat, Yosias Saufkaur mengatakan bahwa, program pembinaan ini dipadang sangat penting sebab menyangkut ketahanan masyarakat secara khusus di Kabupaten Maybrat.

“Ketahanan ekonomi, sosial dan budaya bukan hanya program pemerintah melainkan kebutuhan nyata di lapangan. Kita tahu bersama, masyarakat yang kuat secara ekonomi akan lebih mampu menghadapi perubahan dan tantangan. Masyarakat yang rukun dan solid secara sosial akan terhindar dari konflik. Masyarakat yang memegang erat nilai budaya akan tetap memiliki arah didalam menjalani pembangunan”, ujar Saufkaur.

Dia memberikan apresiasi kepada P4GN yang terus mengingatkan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Ancaman ini nyata dan sering kali merusak generasi muda tanpa di sadari, maka pencegahan harus dilakukan bersama mulai dari pemerintah, sekolah, gereja, tokoh adat, sampai keluarga di rumah.

“Kita perlu memastikan bahwa, anak-anak dan pemuda kita tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan aman. Saya juga memberikan penghargaan setinggi- tingginya kepada FKUB Papua Barat Daya atas usaha menjaga kerukunan antar umat beragama. Maybrat penuh keberagaman, kerukunan adalah kekuatan, jika hubungan antar agama baik, maka pembangunan akan berjalan baik pula”, pungkasnya.

Yosias berharap dari program ini lahir langkah-langkah sederhana tapi nyata. Misalnya pelatihan ekonomi kecil untuk masyarakat, pembinaan pemuda, dialog lintas agama dan sosialisasi bahaya narkoba yang lebih dekat dengan kampung- kampung. Hal-hal praktis seperti ini yang biasanya langsung terasa manfaatnya bagi warga masyarakat.

“Artinya, kita berada di forum ini tidak hanya untuk mendengar materi, tetapi memperkuat komitmen. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh kerja sama yang jujur dan terbuka dari semua unsur masyarakat. Jika kita bergerak bersama, saya percaya Maybrat akan menjadi daerah yang semakin kuat secara ekonomi, harmonis dalam kehidupan sosial dan bangga dengan identitas budayanya”, tutup Saufkaur. (TM)