SORONG, MPN – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, mengusulkan paket wisata ramah lingkungan di provinsi termuda ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam pidatonya, Yusdi menekankan pentingnya atmosfer bumi. “Atmosfer menyerap panas matahari dan menjaga suhu bumi, menyediakan udara, dan melindungi bumi dari radiasi matahari serta meteor,” jelasnya.

Program wisata ini, diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya penyerapan emisi karbon. “Lapisan atmosfer terdekat dengan bumi berada pada ketinggian 0-20 km, tempat kehidupan berbagai makhluk hidup termasuk manusia. Di sinilah terjadi cuaca ekstrem seperti hujan dan petir. Pesawat juga hanya terbang pada lapisan troposfer,” tambahnya.

Yusdi mengungkapkan langkah konkret yang dapat dilakukan wisatawan, yakni menanam pohon mangrove setelah melakukan trip. “Ini merupakan salah satu cara untuk membantu mengurangi emisi karbon,” ujar Yusdi di Kota Sorong.

Pemerintah juga berupaya meningkatkan konektivitas transportasi untuk mendukung pariwisata di Papua Barat Daya. “Ini harus menjadi gerakan bersama. Jika tidak, dampaknya bisa sangat merugikan kehidupan di bumi, terutama dengan meningkatnya kadar karbon dioksida akibat penggunaan bahan bakar fosil,” tegasnya.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Papua Barat Daya akan mendata pelaku usaha wisata di wilayah ini pada Juli hingga September 2024. Data tersebut akan digunakan untuk menyusun paket wisata yang akan dipromosikan ke dunia internasional.

“Dengan adanya paket wisata ini, Papua Barat Daya diharapkan dapat menjadi destinasi yang aman dan menjamin kelangsungan hidup di bumi,” tutup Lamatenggo. (Stevi Fun)