Jakarta, MetroPapua News – Helikopter yang membawa Presiden Iran, Ebrahim Raisi, dilaporkan mengalami kecelakaan di wilayah pegunungan yang berkabut.

Menurut laporan dari Daily News, helikopter yang membawa Presiden Raisi dan beberapa pejabat tinggi lainnya jatuh di wilayah Jolfa yang berkabut dan bergunung. Kondisi cuaca buruk disebut-sebut sebagai penyebab utama kecelakaan tersebut. Insiden ini terjadi pada hari Minggu, 19 Mei 2024, saat kunjungan presiden ke wilayah utara Iran.

Helikopter presiden, yang merupakan bagian dari konvoi tiga helikopter, kehilangan kontak dengan pengawas penerbangan dalam kondisi cuaca yang sangat buruk. Dua helikopter lain dalam konvoi berhasil kembali dengan selamat, namun helikopter yang membawa Presiden Raisi dan beberapa pejabat tinggi lainnya mengalami nasib yang tidak diketahui.

Tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi kecelakaan, namun kabut tebal dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat upaya pencarian menjadi sangat sulit. Pemerintah Iran telah meminta bantuan internasional untuk membantu dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Pemimpin dunia telah menyampaikan pesan dukungan dan solidaritas kepada rakyat Iran. Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah mengeluarkan pernyataan resmi, menyatakan bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan yang diperlukan.

Mengingat ketegangan geopolitik di kawasan, ada spekulasi tentang kemungkinan sabotase. Namun, tidak ada bukti konkret yang mendukung teori ini, dan otoritas Iran menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan yang dapat diambil. Mereka meminta media dan publik untuk menahan diri dari spekulasi dan menunggu informasi resmi.

Langkah Selanjutnya, Pemerintah Iran telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan pembaruan secara berkala mengenai perkembangan pencarian dan penyelamatan. Seluruh negara berdoa untuk keselamatan Presiden Raisi dan semua yang terlibat dalam kecelakaan ini. (A/I)

Scroll Untuk Lanjut Membaca