MetroPapua News – Laporan dari beberapa media Iran menyebutkan bahwa Bulan Sabit Merah telah menemukan helikopter yang membawa Presiden Ebrahim Raisi. Namun, belum ada informasi resmi mengenai keselamatan presiden dan rombongannya.

“Tim pencarian dan penyelamatan Bulan Sabit Merah telah mencapai lokasi kecelakaan helikopter presiden,” demikian pernyataan Bulan Sabit Merah Iran yang dikutip oleh Aljazirah.

Bulan Sabit Merah Iran juga menyatakan bahwa tim penyelamat sedang menuju ke area yang terdeteksi oleh drone Turki, yang diduga sebagai lokasi jatuhnya helikopter Raisi. Sebanyak 73 tim, termasuk unit anjing pelacak, telah dikerahkan dalam operasi pencarian. Namun, upaya mereka dihambat oleh kondisi cuaca yang buruk, dengan hujan dan kabut yang membatasi visibilitas.

Laporan lokal menunjukkan bahwa lokasi dugaan kecelakaan helikopter berada sekitar 100 km dari kota Tabriz, dekat desa Tavil. Kantor berita Turki, Anadolu, melaporkan bahwa drone Akinci, yang telah dikerahkan ke Iran, telah mendeteksi “sumber panas” yang diduga berasal dari reruntuhan helikopter yang membawa Presiden Raisi. Koordinat temuan tersebut telah dibagikan dengan otoritas Iran.

Seorang pejabat pemerintah Iran menyatakan bahwa helikopter yang membawa Presiden Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amirabdollahian mengalami kecelakaan saat melintasi daerah pegunungan dalam kabut tebal saat kembali dari perbatasan Azerbaijan.

Pejabat tersebut menyampaikan bahwa nyawa Raisi dan Amirabdollahian berada dalam risiko setelah kecelakaan helikopter. “Kami masih berharap, namun informasi yang kami terima dari lokasi kecelakaan sangat mengkhawatirkan,” ujar pejabat yang meminta anonimitas.

Kantor berita IRNA melaporkan bahwa cuaca buruk telah mempersulit upaya penyelamatan. Stasiun televisi pemerintah menghentikan semua program rutin untuk menyiarkan doa bersama bagi keselamatan Raisi di seluruh negeri. Di sudut layar, mereka menayangkan upaya tim penyelamat yang melakukan pencarian dengan berjalan kaki di daerah pegunungan yang diselimuti kabut tebal. Raisi, yang berusia 63 tahun, terpilih sebagai presiden dalam pemilihan tahun 2021.

Sebagai salah satu kekuatan utama di Timur Tengah, Iran telah mendukung kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon, Suriah, Irak, Yaman, dan wilayah Palestina. Dukungan ini memungkinkan Iran untuk menunjukkan kekuatannya dan berpotensi menghalangi serangan dari Amerika Serikat atau Israel, musuh bebuyutan sejak Revolusi Islam tahun 1979.

Ketegangan meningkat bulan lalu ketika Iran, di bawah kepemimpinan Raisi dan Ayatollah Ali Khamenei, meluncurkan ratusan drone dan rudal balistik ke Israel sebagai tanggapan atas serangan udara yang menargetkan Konsulat Iran di Suriah, yang menewaskan dua jenderal dan lima perwira Iran. Israel, dengan dukungan dari Amerika Serikat, Inggris, Yordania, dan negara-negara lain, berhasil mencegat hampir semua proyektil tersebut. Sebagai balasan, Israel dilaporkan menyerang sistem radar pertahanan udara di kota Isfahan di Iran, tanpa menimbulkan korban jiwa namun mengirimkan pesan yang jelas.

Kedua negara telah terlibat dalam perang bayangan melalui operasi rahasia dan serangan siber selama bertahun-tahun. Namun, pertempuran pada bulan April menandai konfrontasi militer langsung pertama antara mereka. Israel telah lama menganggap Iran sebagai ancaman terbesar karena program nuklir kontroversial Teheran, rudal balistiknya, dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata yang melawan Israel. Sementara itu, Iran memandang dirinya sebagai pelindung utama perlawanan Palestina terhadap pemerintahan Israel. (A/I)

Scroll Untuk Lanjut Membaca