MetroPapua News, Jakarta – Insiden yang melibatkan sekelompok mahasiswa Katolik dari Universitas Pamulang (Unpam) yang sedang berdoa Rosario di sebuah rumah kontrakan di Setu, Tangerang Selatan, berujung pada penahanan beberapa individu oleh Kepolisian Resor Metropolitan Tangerang Selatan.

Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengungkapkan bahwa insiden tersebut terjadi ketika mahasiswa Unpam diduga sedang berdoa Rosario. Mereka telah diingatkan oleh tokoh sekitar dan RT untuk membubarkan diri namun tidak mengindahkan peringatan tersebut.

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alvino Cahyadi, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk mencari fakta terkait laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan. “Kami telah mengamankan lebih dari satu orang,” ujar AKP Cahyadi, menambahkan bahwa identitas pelaku masih dalam pendalaman oleh tim penyidik.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ibnu Bagus Santoso, menginformasikan bahwa polisi telah menangkap lebih dari satu orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap mahasiswa Unpam.

Salah satu orang yang ditangkap adalah Ketua RT Setempat. Dan ketua RW 02 Marat mengakui bahwa ada warganya yang membawa senjata tajam jenis pisau dapur saat keributan, yang merupakan reaksi karena emosi. Ia juga menambahkan bahwa aktivitas mahasiswa yang kumpul dan berdoa di rumah kontrakan sudah dikeluhkan oleh warga, hingga akhirnya RT bertindak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Baca Juga: Mahasiswa Katolik Unpam Diserang Warga Saat Beribadah, Kejadian Viral di Media Sosial

Peristiwa ini menimbulkan keributan antara jemaat yang sedang melakukan Doa Rosario dan warga di Jalan Ampera, Babakan, Setu, Tangerang Selatan. Insiden tersebut mengakibatkan beberapa orang mengalami luka-luka.

Proses mediasi telah dilakukan di Kantor Kelurahan Babakan, dengan Kapolsek Cisauk AKP Dhady Arsya menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam Minggu (5/5/2024). Kesalahpahaman yang terjadi selanjutnya berescalasi menjadi pertengkaran dan kontak fisik antara jemaat dan sekelompok pemuda setempat.

Baca Juga: Kemenag Tanggapi Insiden Pembubaran Ibadah Mahasiswa Katolik di Pamulang

“Pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut sedang berlangsung,” imbuh AKP Alvino Cahyadi, menegaskan komitmen kepolisian dalam mengungkap fakta dan memastikan keadilan ditegakkan. (A/I)