SORONG, MPN — Ketua Pilar Ikatan Kerukunan Keluarga Gowa (IKKG), Drs. M. Saleh Maro, berharap kepengurusan baru Kerukunan Perantau Masyarakat Bone (KPM Bone) Papua Barat Daya mampu menjadi wadah yang solid dalam mempererat kebersamaan serta meningkatkan kontribusi sosial di tanah rantau.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Harapan tersebut disampaikan Drs. M. Saleh Maro menyusul pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) KPM Bone Papua Barat Daya, DPP Ikatan Wanita Kerukunan (IWK) Bone PBD, serta Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) KPM Bone Kota Sorong periode 2025–2030 yang digelar di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, pelantikan kepengurusan baru ini tidak sekadar seremonial organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antarperantau, khususnya masyarakat Bone yang bermukim di Papua Barat Daya.

“Kerukunan harus menjadi rumah bersama yang menghadirkan rasa aman, kebersamaan, dan saling mendukung. Dengan kepengurusan yang baru, diharapkan KPM Bone semakin solid dan mampu berperan aktif di tengah masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal sebagai identitas yang menyatukan, sekaligus mendorong peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan kerukunan etnis di Papua Barat Daya harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.

“Organisasi kerukunan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan, stabilitas, dan kedamaian, serta berkontribusi positif bagi kemajuan Papua Barat Daya,” katanya.

Drs. M. Saleh Maro berharap, melalui kepengurusan periode 2025–2030, KPM Bone tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga responsif terhadap isu sosial dan kemasyarakatan, serta mampu menjalin sinergi dengan berbagai elemen di Kota Sorong dan sekitarnya.

Pelantikan tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa budaya, dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga perantau Bone. Dengan kepengurusan baru, KPM Bone diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perekat sosial dan agen pembangunan di Papua Barat Daya. (Gid)