METROPAPUA-NEWS – TEL AVIV, 14 April 2024 ā Iran dilaporkan telah melancarkan serangan terhadap Israel pada dini hari waktu setempat, menggunakan armada pesawat nirawak (drone). Menurut laporan Axios yang dikutip oleh Times of Israel, puluhan drone telah dikirim menuju Tel Aviv. Sementara itu, Sky News Arab mengutip sumber-sumber Iran yang menyatakan bahwa sekitar 50 drone telah diterbangkan ke arah kota tersebut.
Informasi yang diberikan oleh seorang pejabat Amerika Serikat kepada Al Jazeera menunjukkan bahwa serangan tersebut telah diprediksi. Walla News melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan istrinya telah dipindahkan ke lokasi yang aman sebagai tindakan pencegahan.
Netanyahu dan istrinya dikabarkan mengungsi ke kediaman Simon Falic, seorang miliarder di Yerusalem, yang rumahnya dilengkapi dengan bunker bawah tanah yang terbuat dari beton.
Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis tak lama setelah serangan drone dikonfirmasi, Netanyahu menegaskan kesiapan Israel untuk menghadapi segala skenario, baik bertahan maupun menyerang. “Saya meminta warga Israel untuk tetap tenang dan mendengarkan instruksi dari pusat kontrol. Hari ini, kita akan bersatu dan, dengan bantuan Tuhan, kita akan menang,” ujar Netanyahu.
Pemerintah Amerika Serikat, melalui Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional, Adrienne Watson, menyatakan bahwa Presiden Joe Biden telah diberitahu secara berkala tentang perkembangan situasi oleh tim Keamanan Nasionalnya. Biden juga dikatakan menjalin komunikasi yang konstan dengan mitra di Israel dan sekutu lainnya.
Garda Revolusi Iran telah mengonfirmasi peluncuran serangan udara secara ekstensif ke target-target di Israel, menurut laporan Press TV yang mengutip pejabat negara tersebut.
Di sisi lain, Israel telah mengambil langkah-langkah persiapan, termasuk menyiagakan armada dan mengaktifkan sirene peringatan untuk menghentikan semua aktivitas, termasuk kegiatan sekolah. El Al Airlines, maskapai penerbangan nasional Israel, telah membatalkan 15 penerbangan yang dijadwalkan untuk akhir pekan ini.
Sebelumnya, Israel telah mengindikasikan bahwa manuver drone yang diduga milik Iran telah diluncurkan ke wilayah udaranya. Menurut Reuters, sistem pertahanan udara Israel telah siap untuk menangkis drone tersebut, dan sirine telah dibunyikan untuk memerintahkan penduduk di daerah yang terancam untuk mencari perlindungan.
Kepala Juru Bicara Militer Israel, Laksmana Muda Daniel Hagari, menyatakan dalam siaran televisi bahwa waktu penerbangan drone diperkirakan akan memakan waktu beberapa jam. Hagari juga mengumumkan pembatalan kegiatan sekolah dan kegiatan pemuda lainnya yang direncanakan untuk beberapa hari ke depan, termasuk awal perayaan Paskah, sebagai tindakan pencegahan.
Israel saat ini berada dalam keadaan siaga tinggi di tengah ancaman Iran untuk menyerang target-target di Israel sebagai pembalasan atas serangan udara yang terjadi pada 1 April terhadap fasilitas diplomatik Iran di Damaskus, yang menewaskan sedikitnya tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal penting.
Iran telah menuduh Israel bertanggung jawab atas serangan tersebut dan berjanji akan melakukan pembalasan. Pernyataan tersebut telah memicu upaya dari para pemimpin dunia untuk meredakan ketegangan.
Israel belum secara resmi mengakui tanggung jawab atas serangan tersebut, meskipun telah melakukan sejumlah serangan sebelumnya.
Menurut laporan terbaru, situasi antara Iran dan Israel terus berkembang. Iran telah meluncurkan serangan udara ke Israel dengan menggunakan drone dan rudal sebagai balasan atas serangan sebelumnya. Sistem pertahanan udara Israel di Ashkelon berhasil menangkal beberapa serangan ini. Presiden AS Joe Biden telah diberitahu tentang situasi tersebut dan terus menerima pembaruan dari tim Keamanan Nasionalnya. Selain itu, militer Israel telah bersiaga penuh dan meminta warga untuk tetap waspada.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dan perwakilan RI di Timur Tengah sedang memantau situasi di kawasan tersebut. Mereka juga telah mengeluarkan peringatan kepada WNI di Iran untuk tetap berhati-hati dan mengikuti rencana kontingensi yang telah disiapkan.
Untuk informasi lebih lanjut dan pembaruan terkini, Anda bisa mengikuti berita dari sumber terpercaya atau situs berita resmi. Jika Anda berada di kawasan tersebut atau memiliki kerabat di sana, pastikan untuk selalu berkomunikasi dan mengikuti instruksi keamanan dari otoritas setempat.


