MetroPapua News – Sumatera Barat – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memperbarui informasi mengenai situasi terkini bencana banjir lahar dingin yang melanda Sumatra Barat. Menurut laporan terakhir, jumlah korban yang meninggal dunia akibat bencana ini telah mencapai 67 orang, sementara 15 korban yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan.

Bencana yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu Gunung Marapi ini telah menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa kabupaten. Empat kabupaten yang terdampak cukup parah adalah Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.

Pencarian dan pertolongan terhadap korban yang hilang terus dilakukan oleh Basarnas dan TNI-POLRI. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Agam, korban meninggal dunia bertambah menyusul korban yang hilang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal. Hingga saat ini, masih terdapat 20 korban yang dilaporkan hilang dan upaya pencarian masih terus berlangsung.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Baca Juga: Aturan Baru BPJS Kesehatan dan Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS)

BNPB mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi agar selalu waspada akan potensi risiko bahaya susulan. Warga diharapkan melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Kondisi terkini di lokasi bencana masih memprihatinkan, dengan banyak keluarga yang kehilangan rumah dan harta benda. Bantuan kemanusiaan berupa makanan, pakaian, dan perlengkapan dasar lainnya sangat dibutuhkan oleh para korban yang terdampak.

Pemerintah setempat bersama dengan berbagai lembaga kemanusiaan terus berupaya memberikan bantuan dan dukungan kepada semua yang terkena dampak bencana ini. Upaya rekonstruksi dan rehabilitasi juga akan segera direncanakan untuk memulihkan kondisi daerah yang terdampak. (F/N)

https://metropapua-news.com/di-tengah-kekhawatiran-dan-ancaman-penyakit-realitas-pengungsi-banjir-lahar-dingin-di-sumatera-barat