SORONG, MPN — Aksi demonstrasi yang mengatasnamakan sopir truk dan aktivis di Kota Sorong belakangan ini menuai sorotan. Aksi tersebut diduga sarat kepentingan kelompok tertentu, menyusul munculnya sejumlah kejanggalan di lapangan yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi murni para sopir truk.
Selama aksi berlangsung di Kota Sorong, terpantau kehadiran sejumlah peserta yang diduga bukan berasal dari kalangan sopir truk. Beberapa di antaranya bahkan disebut-sebut merupakan pihak yang selama ini dikenal terlibat dalam aktivitas distribusi bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait motif sebenarnya dari aksi tersebut.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, berinisial AK, mengungkapkan bahwa dugaan kepentingan tertentu tidak hanya terlihat dari komposisi massa aksi, tetapi juga dari indikasi adanya pihak-pihak yang diduga turut mendanai kegiatan tersebut.
“Banyak yang ikut aksi, bahkan ada yang kami duga turut mendanai. Ini sudah bukan lagi murni soal tuntutan sopir truk,” ujar AK kepada media.
Dugaan tersebut turut mendapat sorotan dari Ketua Media Center Kota Sorong, James. Ia menilai terdapat kejanggalan dalam salah satu orasi aksi, terutama pernyataan orator yang mengklaim mengetahui aktor dan jaringan distribusi BBM bersubsidi di Kota Sorong.
“Kalau memang tahu siapa pemain BBM bersubsidi dan memiliki bukti, seharusnya dilaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum atas nama kepentingan rakyat. Bukan hanya disampaikan lewat orasi di jalan,” tegas James.
Menurut James, pernyataan tanpa disertai langkah hukum yang jelas justru membuka ruang spekulasi bahwa isu BBM hanya dijadikan alat tekanan, bukan benar-benar diperjuangkan demi kepentingan publik di Kota Sorong.
Ia juga menyoroti waktu pelaksanaan aksi yang dinilai bertepatan dengan meningkatnya aktivitas proyek-proyek pemerintah di Kota Sorong yang membutuhkan pasokan BBM dalam jumlah besar, baik solar, bensin, maupun minyak tanah.
“Kami menduga ini bukan kebetulan. Saat proyek pemerintah berjalan dan kebutuhan BBM meningkat di Kota Sorong, justru muncul aksi-aksi seperti ini. Jangan sampai ada kepentingan bisnis tertentu yang sedang dimainkan,” ujarnya.
James menambahkan, lokasi-lokasi yang disebut dalam orasi bukan hanya satu titik, sementara persoalan distribusi BBM di Kota Sorong sejatinya sudah lama menjadi rahasia umum.
Meski demikian, ia menegaskan tetap mendukung perjuangan sopir truk yang benar-benar menyuarakan hak dan kebutuhan mereka. Ia mengaku memahami persoalan tersebut karena juga menjabat sebagai Ketua Serikat Sopir Truk Pelabuhan di Kota Sorong.
“Saya mendukung perjuangan sopir. Tapi saya berharap aksi seperti ini benar-benar murni dari aspirasi sopir truk, bukan titipan kepentingan oknum tertentu,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara aksi belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan adanya kepentingan kelompok tertentu maupun tudingan keterlibatan pihak-pihak yang berkaitan dengan distribusi BBM dalam aksi demo sopir truk di Kota Sorong. (Mel)




