Sorong, MPN – Seorang pemuda asal Kota Sorong ditemukan meninggal dunia di Kampung Banfot, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Senin (9/3/2026). Korban diketahui bernama Abraham Franklin Delano Kambu (22), yang sebelumnya dilaporkan mengalami insiden saat melakukan perjalanan menuju Distrik Fef.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut bermula pada Minggu malam, 8 Maret 2026 sekitar pukul 19.35 WIT. Saat itu korban berangkat dari Kota Sorong menuju Distrik Fef menggunakan sepeda motor.
Dalam perjalanan, korban sempat bertemu dengan seorang saksi berinisial AHA (29) di wilayah Kampung Mega. Keduanya kemudian berbincang sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju Distrik Fef dengan mengendarai sepeda motor masing-masing.
Namun saat tiba di Kampung Banfot, saksi melihat seorang pria berdiri di pinggir jalan. Saksi kemudian memperlambat laju kendaraannya, sementara korban yang berada di depan justru dicegat oleh orang tak dikenal (OTK).
Saksi mengaku melihat korban terjatuh dari sepeda motornya setelah dicegat oleh pria tersebut. Merasa takut dengan situasi yang terjadi, saksi memilih berbalik arah dan menuju Pos Satgas TNI terdekat untuk meminta perlindungan.
Keesokan harinya, Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIT, personel gabungan TNI dan Polri melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Dalam proses tersebut, korban akhirnya ditemukan di sebuah genangan air di Kampung Banfot dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Saat ditemukan, tubuh korban mengalami sejumlah luka pada bagian punggung, wajah, serta luka pada tangan yang diduga akibat tindak kekerasan.
Sementara itu, sempat beredar informasi di tengah masyarakat mengenai suara keras yang diduga sebagai suara tembakan pada malam kejadian. Kabar tersebut dengan cepat menyebar melalui pesan berantai di media sosial dan aplikasi percakapan, sehingga sempat menimbulkan kepanikan di kalangan warga.
Akibatnya, beberapa pengendara yang hendak melintas menuju wilayah Tambrauw dilaporkan memilih memutar balik kendaraan mereka karena khawatir dengan situasi keamanan di lokasi tersebut.
Menanggapi kabar tersebut, pihak kepolisian memberikan klarifikasi awal. Berdasarkan keterangan sementara yang dihimpun di lapangan, suara keras yang sempat terdengar diduga bukan berasal dari tembakan, melainkan dari benturan kendaraan dengan drum pembatas jalan.
Diketahui, pada beberapa titik ruas jalan di wilayah tersebut terdapat drum yang dipasang sebagai penanda atau pembatas jalan. Dalam kejadian tersebut, dua anggota polisi yang berada di lokasi dilaporkan menabrak drum, sehingga menimbulkan suara keras yang sempat disalahartikan oleh warga.
Kapolres Tambrauw AKBP Praja Gandha Wiratama saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pengecekan terhadap seluruh informasi yang beredar, termasuk kronologi kejadian secara pasti.
“Masih kami cek,” ujarnya singkat.
Secara terpisah, Kasi Humas Polres Tambrauw, Ipda Laode Nursalam, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut dan langsung melakukan langkah-langkah penyelidikan.
“Petugas telah menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara, menginterogasi saksi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, membuat laporan polisi, serta melakukan visum et repertum untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” kata Ipda Laode.
Saat ini aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mendalami kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat di wilayah Sorong Raya, mengingat jalur menuju Distrik Fef merupakan salah satu akses penting yang sering digunakan warga untuk bepergian antar kampung maupun menuju pusat pemerintahan Kabupaten Tambrauw.
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap secara jelas penyebab pasti meninggalnya korban. (Mel)




