Pihak sekolah juga dapat memberikan menambahkan materi tentang kesehatan reproduksi dalam kurikulum nasional yang digunakan di sekolah. Problematika kepribadian peserta didik di Papua dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah sosial, budaya, ekonomi, dan geografis. Problematika kepribadian peserta didik yang kurang baik akan berdampak pada kenakalan remaja sehingga menjadi pekerjaan rumah bagi orang tua, agama, pendidik dan semua pihak yang terlibat dalam memberikan pemahaman pendidikan karakter yang baik bagi generasi penerus bangsa ini. Beberapa problematika lainnya yang dihadapi oleh peserta didik di Papua antara lain : kesenjangan pendidikan, budaya dan bahasa, faktor ekonomi, infrastruktur dan aksesibilitas, kesehatan dan gizi, dukungan psikososial serta pengaruh sosial dan lingkungan Alternatif solusi untuk mengatasi problematika kepribadian peserta didik di Papua memerlukan pendekatan yang holistik dan kolaboratif, melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, masyarakat, hingga lembaga non-pemerintah. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi problematika kepribadian peserta didik antara lain : peningkatan akses dan kualitas pendidikan, pengembangan kurikulum yang inklusif, program gizi dan kesehatan sekolah, peningkatan kesadaran dan partisipasi komunitas dan layanan dukungan psikososial.
Beberapa alternatif solusi lainnya yang dapat dilakukan di sekolah-sekolah dengan berbagai aktivitas sekolah yang sederhana diantaranya : workshop (contoh : pihak sekolah mengundang seorang profesional Kesehatan mental untuk memberikan pengetahuan tentang Kesehatan mental yang terjadi pada diri sendiri dan lingkungan sekitar), diskusi panel (contoh : pihak sekolah mendatangkan seorang
yang pernah punya pengalaman dan berhasil dalam Kesehatan mental diberikan kesempatan untuk bertanya atau berbagi pengalaman), pameran seni (bertujuan untuk mengekspresikan perasaan peserta
didik melalui kesehatan mental), kampanye kesadaran (contoh : pembuatan poster atau spanduk dalam rangka menyebarkan pesan mengenai pentinya kesehatan mental) dan/atau konseling gratis (contoh : pihak sekolah mendatangkan dokter psikologi untuk melayani seluruh masyarakat sekolah).Seorang anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, oleh sebab itu membutuhkan bimbingan dari lingkungan dimana dia berada. Lingkungan tersebut dimulai dari lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Bimbingan ini perlu terus dilakukan untuk membina kepribadian peserta didik. Seorang anak apabila sehat secara mental, akan berdampak terhadap Pendidikan yang diterimanya dalam Pendidikan secara formal atau non formal. Pengaruh pendidikan pada anak-anak di papua sangatlah penting karena akan berdampak pada kualitas kepribadian serta kehidupan masa depan anak. Oleh sebab itu, baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar terus memperhatikan pendidikan bagi anak-anak bangsa, secara khusus yang ada di papua yang juga berhak mendapatkan jaminan pendidikan sesuai dengan undang-undang dasar 1945 dimana setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak yang disediakan oleh pemerintah. Peserta didik yang adalah anak-anak bangsa memerlukan perhatian dari keluarga, sekolah, agama, masyarakat dan pemerintah. Kerjasama berbagai pihak ini perlu terus dilakukan untuk menangani berbagai probematika peserta didik yang berdampak pada kepribadian peserta didik yang lebih baik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Halaman:
1 2 3