Sorong, MPN – Kepolisian Daerah Papua Barat Daya (PBD) mengamankan sedikitnya 12 orang yang diduga terkait rangkaian aksi kekerasan terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw. Dua dari empat korban dalam peristiwa tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda PBD, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, mengatakan belasan orang itu diamankan dalam operasi penyisiran yang dilakukan aparat gabungan TNI–Polri pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIT.

“Mereka diamankan saat tim melakukan penyisiran di sejumlah titik. Orang-orang yang diduga mengetahui peristiwa tersebut langsung dibawa untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Dari hasil operasi itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tujuh senapan angin, parang, tombak, anak panah, hingga berbagai barang lainnya yang diduga berkaitan dengan kejadian.

Sejumlah saksi yang diamankan berasal dari beberapa kampung di wilayah Distrik Bamusbama. Dua di antaranya diketahui merupakan kepala kampung setempat. Hingga kini, seluruhnya masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran masing-masing.

Jenny menegaskan, status mereka masih sebagai saksi dan belum ada penetapan tersangka. Penyidik masih mengumpulkan keterangan serta alat bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi dan pelaku utama dalam kasus tersebut.

“Motif dan keterlibatan masing-masing masih dalam pendalaman,” katanya.

Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian kekerasan yang terjadi di Tambrauw dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu kejadian terjadi pada Senin (16/3/2026) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, saat empat tenaga kesehatan yang menggunakan sepeda motor dihadang oleh sekelompok orang tak dikenal.

Dalam insiden tersebut, dua korban meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil menyelamatkan diri dan meminta pertolongan ke pos TNI terdekat.

Selain itu, aparat juga mengaitkan kasus ini dengan peristiwa sebelumnya pada 8 Maret 2026 yang menelan korban jiwa. Salah satu korban diketahui merupakan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tambrauw yang sempat dilaporkan hilang sebelum ditemukan meninggal dunia.

Meski berbagai informasi berkembang di masyarakat, kepolisian belum memastikan keterlibatan kelompok tertentu dalam kejadian tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan secara mendalam.

Pasca penangkapan, aparat gabungan tetap disiagakan di wilayah Distrik Bamusbama serta sepanjang jalur Sorong–Tambrauw untuk mengantisipasi potensi gangguan lanjutan. Polisi memastikan situasi keamanan secara umum masih dalam kondisi terkendali.

Polda Papua Barat Daya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari mempercayakan proses hukum kepada aparat.

“Kami akan terus mengawal proses ini hingga tuntas,” ujar Jenny.  (Mel)