Jakarta, MPN — Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan di tengah tekanan global, sekaligus menyiapkan langkah strategis untuk menghemat konsumsi energi nasional hingga puluhan triliun rupiah.
Kepastian ini disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Prasetyo Hadi bersama sejumlah menteri, Selasa (31/3/2026).
Pemerintah menegaskan bahwa setelah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Pertamina, harga BBM baik subsidi maupun non-subsidi untuk sementara tetap tidak mengalami penyesuaian.
Di sisi lain, pemerintah mengumumkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional sebagai bagian dari strategi efisiensi energi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kebijakan Work From Home (WFH) menjadi salah satu langkah utama.
Mulai 1 April 2026, aparatur sipil negara (ASN) akan menjalankan WFH satu hari dalam sepekan, yakni setiap hari Jumat. Kebijakan ini juga akan diikuti dengan imbauan kepada sektor swasta untuk menerapkan pola kerja serupa sesuai karakteristik usaha masing-masing.
“Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi dihemat sebesar Rp59 triliun,” ujar Airlangga.
Secara total, kebijakan ini diproyeksikan mampu menghemat konsumsi BBM hingga sekitar Rp65 triliun, yang berasal dari efisiensi belanja negara dan penurunan konsumsi energi masyarakat.
Selain penerapan WFH, pemerintah juga memberlakukan pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen serta mendorong penggunaan transportasi publik. Efisiensi juga dilakukan melalui pemangkasan perjalanan dinas, yakni hingga 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri.
Meski demikian, sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, logistik, keuangan, dan industri strategis tetap beroperasi normal secara luring. Sementara kegiatan belajar mengajar di tingkat pendidikan dasar hingga menengah tetap berlangsung tatap muka.
Di sektor energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok energi nasional, termasuk BBM, gas, dan LPG, dalam kondisi aman di atas standar minimum.
Dari sisi fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan APBN tetap kuat dan mampu menghadapi tekanan global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam penghematan energi, antara lain dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mengoptimalkan transportasi publik.
Kebijakan ini akan mulai berlaku 1 April 2026 dan akan dievaluasi setelah dua bulan pelaksanaan guna mengukur efektivitasnya terhadap efisiensi energi dan stabilitas ekonomi nasional. (Zis)





























