AIMAS, MPN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sorong memastikan program-program prioritas pada tahun anggaran 2026 tetap berjalan meski harus menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi anggaran. Langkah tersebut dilakukan agar pelayanan transportasi kepada masyarakat tetap meningkat di tengah keterbatasan pendanaan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong, Semuel Maniani, S.IP., M.A.P., mengatakan pihaknya memfokuskan pelaksanaan tiga program strategis, yakni pembangunan Terminal Pasar Induk Mariat, pengembangan trayek Lingkar Aimas, serta pembangunan Dermaga Labuh Tambat Klalin.

Menurut Semuel, Dishub sebenarnya telah menyusun lebih banyak program kerja untuk tahun 2026. Namun, kebijakan efisiensi anggaran membuat instansinya harus menentukan skala prioritas dengan mengutamakan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pengoperasian trayek Lingkar Aimas hingga kini belum dapat berlangsung secara optimal karena sumber pendanaannya masih bergantung pada pembagian hasil pajak yang realisasinya belum sesuai harapan. Kondisi tersebut membuat Dishub memilih berhati-hati agar pelaksanaan program tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Saat ini, Dishub masih menunggu kepastian anggaran untuk menyalurkan subsidi kepada pengemudi angkutan umum. Bantuan tersebut diproyeksikan menjadi stimulus agar trayek Lingkar Aimas dapat segera beroperasi sesuai dengan rencana pemerintah daerah.

Trayek Lingkar Aimas dirancang untuk memperluas layanan transportasi umum di wilayah Kabupaten Sorong. Sejak kabupaten ini terbentuk, belum pernah tersedia jalur angkutan yang menghubungkan kawasan-kawasan di Aimas secara menyeluruh.

Selama ini, sebagian besar angkutan umum dari Mariat maupun Aimas lebih banyak melayani rute menuju Kota Sorong. Akibatnya, sejumlah kawasan permukiman di Kabupaten Sorong belum mendapatkan akses transportasi umum yang memadai. Kehadiran trayek Lingkar Aimas diharapkan mampu mengatasi kebutuhan tersebut.

Selain menyiapkan trayek baru, Dishub juga terus melanjutkan renovasi Terminal Pasar Induk Mariat. Terminal itu diharapkan menjadi pusat aktivitas transportasi sekaligus mendukung operasional Pasar Induk Mariat secara lebih optimal.

Semuel mengakui tantangan terbesar dalam merealisasikan trayek Lingkar Aimas adalah penyesuaian rute yang selama ini telah digunakan para sopir angkutan umum. Meski demikian, ia optimistis program tersebut akan mendapat dukungan apabila disertai pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM).

“Di mana-mana memulai yang baru itu banyak tantangan, cuma kami yakin bahwa program yang kita buat dengan baik demi pelayanan kepada masyarakat, apa pun risikonya akan kita hadapi,” ujar Semuel kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Ia menambahkan, subsidi pada tahap awal hanya diberikan kepada sebagian armada angkutan umum. Dari sekitar 200 unit angkot yang beroperasi di Kabupaten Sorong, sebanyak 20 unit akan menerima subsidi BBM sebesar Rp80 ribu per hari sebagai langkah awal untuk mendorong operasional trayek baru. Setelah trayek berjalan stabil, subsidi tersebut akan dihentikan.

Semuel juga menegaskan bahwa program Trayek Lingkar Aimas telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati dan telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD Kabupaten Sorong.

Pada tahun anggaran 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp18 miliar. Dari total tersebut, sekitar Rp9 miliar dialokasikan untuk pembangunan Dermaga Labuh Tambat Klalin, sedangkan sisanya digunakan membiayai program-program prioritas lainnya sesuai kemampuan keuangan daerah. (Mel)