SORONG, MPN – Langkah nyata untuk menekan angka perundungan dan kenakalan remaja di lingkungan sekolah terus digencarkan. Kali ini, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar kegiatan psikoedukasi anti-bullying bagi siswa-siswi di lingkungan SD dan SMP YPPK Moria, Kota Sorong, pada Sabtu (24/10/2026).
Agenda yang dimulai sejak pukul 07.00 WIT ini dipimpin langsung oleh Karo SDM Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. I Dewa Gde Juliana, S.H., S.I.K., M.I.K. Sosialisasi ini juga melibatkan personel Biro SDM serta jajaran Polwan Polda Papua Barat Daya.
Kegiatan edukatif ini diikuti oleh kepala sekolah, para guru, siswa kelas IV hingga VI SD, serta pelajar kelas VII hingga IX SMP YPPK Moria. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya kesehatan mental, sekaligus menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Melalui materi psikoedukasi yang diberikan, para siswa diajak untuk memahami bahaya nyata dari bullying, baik yang terjadi secara fisik, verbal, maupun tindakan sosial yang bisa melukai perasaan hingga menurunkan rasa percaya diri korban. Selain itu, edukasi ini juga menekankan dampak buruk kenakalan remaja serta pentingnya membangun pertemanan yang sehat, saling menghormati, dan menghargai perbedaan.
Lewat sosialisasi ini, para pelajar diharapkan mampu mengenali perilaku perundungan, berani menolak tindakan bullying, serta tidak ragu untuk melaporkannya kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya jika mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut. Di sisi lain, peran guru dan lingkungan sekolah juga menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan serta pendampingan kepada para siswa.
Pihak Polda Papua Barat Daya menegaskan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata. Pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental juga menjadi prioritas. Edukasi yang ditanamkan sejak dini ini diharapkan dapat mencegah perilaku menyimpang serta menumbuhkan generasi muda yang berkarakter positif.
Melalui kegiatan ini, Polda Papua Barat Daya turut mengajak seluruh pihak—mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas—untuk bersama-sama mencegah perundungan dan kenakalan remaja. Sinergi ini penting demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak, selaras dengan semangat polisi bersama masyarakat dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bebas bullying.
(Mel)





























