SORONG, MPN – Masyarakat asli Papua dari Suku Kokoda yang bermukim di Kelurahan Rufei, Kampung Baru, Kota Sorong, menyatakan dukungannya terhadap berbagai Program Strategis Nasional (PSN) pemerintah setelah mengikuti kegiatan sosialisasi yang disampaikan Ketua Harian Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Daya sekaligus Ketua Fraksi Otonomi Khusus DPR Papua Barat Daya, Franki Umpain, Minggu (2/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung secara dialogis tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai Program Strategis Nasional yang tengah dijalankan pemerintah, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat adat terkait pelaksanaan pembangunan di Papua Barat Daya.

Dalam pemaparannya, Franki Umpain mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami secara utuh Program Strategis Nasional. Menurutnya, sebagian masyarakat masih mengidentikkan PSN hanya dengan program cetak sawah, padahal cakupan program tersebut jauh lebih luas dan menyentuh berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini menjalankan sejumlah program prioritas, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) guna memperluas akses layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan mutu pendidikan, penguatan ketahanan pangan, hingga berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurut Franki, sejumlah program tersebut mulai dilaksanakan secara bertahap di wilayah Papua, termasuk Papua Barat Daya. Namun, keberhasilannya memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

“Negara hadir bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu masyarakat perlu memahami bahwa Program Strategis Nasional bukan hanya soal cetak sawah, tetapi merupakan rangkaian program yang bertujuan membangun kualitas hidup masyarakat Papua secara menyeluruh,” ujar Franki.

Sebagai Ketua Fraksi Otonomi Khusus DPR Papua Barat Daya, Franki menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat, khususnya warga Suku Kokoda di Rufei. Aspirasi yang dihimpun, kata dia, akan menjadi bahan perjuangan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPR Papua Barat Daya.

Dialog berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai pelaksanaan Program Strategis Nasional di Papua Barat Daya. Setelah memperoleh penjelasan secara langsung, warga mengaku memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai tujuan dan manfaat program-program pemerintah tersebut.

Masyarakat juga menilai sosialisasi semacam ini perlu dilakukan secara berkelanjutan. Selama ini, masih terdapat berbagai informasi yang belum dipahami secara benar sehingga memunculkan beragam persepsi, termasuk penolakan terhadap sebagian Program Strategis Nasional.

Franki menegaskan setiap program pembangunan perlu dikawal bersama agar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat. Karena itu, ruang dialog dinilai menjadi sarana penting untuk memberikan informasi yang benar sekaligus membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

Selain sosialisasi, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pembagian paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat asli Papua. Bantuan disalurkan melalui Franki Umpain sebagai wujud perhatian terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat adat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan serta mendapat sambutan antusias dari warga. Masyarakat Suku Kokoda yang hadir menyatakan kesiapan mendukung berbagai Program Strategis Nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya, dengan harapan pelaksanaannya tetap mengedepankan dialog, keterbukaan, serta partisipasi aktif masyarakat adat dalam setiap proses pembangunan. (Mel)