SORONG, MPN — Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Provinsi Papua Barat Daya terus dipacu agar mampu menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi masyarakat. Kehadiran produk-produk IKM lokal dinilai tidak hanya sekadar pelengkap sektor pariwisata, melainkan berpotensi besar menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM di Provinsi Papua Barat Daya. Bertempat di Vega Hotel, Kota Sorong, acara penutupan yang dihelat pada Sabtu (05/09/2026) ini menandai berakhirnya pelatihan intensif selama empat hari yang diikuti oleh 180 peserta. Para peserta terbagi ke dalam tiga bidang keahlian strategis, yakni kelas menjahit, sablon, serta servis komputer dan laptop.

Dalam program intensif tersebut, para wirausahawan baru tidak hanya dibekali dengan teori kewirausahaan, tetapi juga terlibat langsung dalam sesi praktik untuk mengasah keterampilan serta kreativitas dalam menghasilkan produk bernilai jual tinggi.

Prosesi penutupan kegiatan ditandai secara resmi dengan pemukulan tifa oleh Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rico Sia, sosok yang menjadi motor penggerak sekaligus figur utama yang menginisiasi dan memperjuangkan program aspirasi ini dari pusat. Penutupan tersebut turut didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian serta jajaran Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) dari Kota Sorong dan Kabupaten Sorong.

Di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan yang hadir, Rico Sia menitipkan pesan yang kuat agar para peserta tidak menyia-nyiakan ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan, melainkan langsung menerapkannya dalam dunia usaha nyata secara produktif.

Ia menegaskan bahwa struktur ekonomi di Papua Barat Daya sudah saatnya bergerak lebih kreatif dan tidak boleh hanya bergantung pada satu sektor pariwisata saja. Menurutnya, ekosistem UKM dan IKM memiliki peran ganda, yakni sebagai penyokong industri pariwisata sekaligus pembuka ruang usaha baru bagi masyarakat luas.

“Harap implementasi ilmu. Ekonomi daerah harus semakin kreatif dan berkembang. Bukan hanya di bidang pariwisata, tetapi sektor UKM juga hadir sebagai pendukung utama pariwisata tersebut,” ujar Rico di sela-sela kegiatan.

Sebagai wakil rakyat di Senayan, Rico menegaskan bahwa perjuangannya tidak akan berhenti pada tahapan pelatihan ini saja. Ia berkomitmen untuk terus mengawal kebutuhan para pelaku IKM di daerah pemilihannya, termasuk rencana lanjutan memperjuangkan pengadaan sarana penunjang usaha.

“Semoga setelah ini berikutnya saya bisa kembali memperjuangkan alatnya,” ungkap Rico Sia dengan penuh optimisme.

Komitmen Rico Sia untuk membantu masyarakat juga kerap melampaui batas-batas formal kedewanan. Jika dimungkinkan oleh keadaan, ia bahkan tidak ragu merogoh kocek pribadi demi kemajuan kelompok usaha masyarakat, sebagaimana yang pernah ia lakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Secara pribadi jika memungkinkan pakai dana pribadi seperti tahun sebelumnya pasti saya bantu, tapi itu untuk kelompok bukan perorangan,” jelasnya secara terbuka.

Meski demikian, politisi Partai NasDem ini menyadari bahwa ruang gerak maupun sumber daya yang dimiliki tetap mempunyai batasan. Oleh karena itu, jalur aspirasi melalui pemerintah pusat menjadi fokus utamanya agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Kendati demikian kita punya keterbatasan, karena itu saya berjuang sekuat tenaga memperjuangkan aspirasi ini di pusat dan sampai pada mereka yang tepat,” pungkas Rico Sia.

Sebagai bentuk stimulasi dan apresiasi atas komitmen peserta, panitia penyelenggara memberikan sertifikat penghargaan kepada anggota UMKM yang dinilai potensial. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi lecutan motivasi bagi para pelaku usaha untuk konsisten menaikkan kelas usahanya.

Menariknya, puncak dari rangkaian Bimtek empat hari ini ditutup dengan gelaran peragaan busana atau fashion show. Pakaian-pakaian yang dipamerkan oleh para model di atas panggung merupakan murni hasil karya orisinal para peserta dari kelas menjahit selama mengikuti pelatihan. Agenda fashion show ini sekaligus menjadi panggung apresiasi untuk memperkenalkan potensi kreativitas dan kualitas produk lokal kepada publik secara langsung.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan komitmen kuat para wakil rakyat, program penumbuhan wirausaha baru IKM di Kota Sorong ini diharapkan mampu menjadi batu loncatan strategis untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, menekan angka pengangguran, serta melahirkan wirausaha baru yang mandiri demi kesejahteraan masyarakat di Papua Barat Daya.
(Mel)