AIMAS, MPN – Temu Raya Persekutuan Anggota Muda (PAM) ke-V Sinode GKI di Tanah Papua resmi dibuka di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juli 2026 ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari 75 klasis definitif dan 13 klasis persiapan yang tersebar di seluruh Tanah Papua.
Pembukaan dipimpin Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Dr. Andrikus Mofu, serta dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Ketua MRP Papua Barat Daya Alfon Kambu, Ketua DPR Papua Barat Daya Ortisan Fernando Sagrim, Bupati Sorong Johny Kamuru, Bupati Maybrat Karel Murafer, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Acara diawali dengan defile peserta yang menampilkan keberagaman budaya dari berbagai wilayah di Tanah Papua. Penampilan tarian Pemuda Klasis Malamoi dan pujian dari kelompok Pesparawi turut memeriahkan suasana sebelum ibadah pembukaan dimulai.
Ibadah berlangsung khidmat melalui puji-pujian, doa, pembacaan Firman Tuhan dari Amsal 4:3-5, khotbah, persembahan, doa syafaat, hingga refleksi yang mengajak peserta memperkuat komitmen sebagai generasi penerus gereja.
Bupati Sorong Johny Kamuru menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sorong sebagai tuan rumah Temu Raya PAM ke-V. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda GKI dalam pelayanan dan pembangunan.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk membangun kebersamaan, memperluas wawasan, serta menumbuhkan kreativitas dan jiwa kepemimpinan sebagai penerus gereja.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengatakan Temu Raya PAM bukan sekadar agenda seremonial, tetapi wadah strategis memperkuat persatuan pemuda GKI di Tanah Papua. Menurutnya, generasi muda gereja harus mampu menjadi pelaku perubahan, menjaga persatuan, serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.
Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Dr. Andrikus Mofu, menegaskan Temu Raya PAM ke-V menjadi momentum memperkuat spiritualitas, jejaring pelayanan, dan kapasitas kepemimpinan pemuda gereja. Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan melahirkan gagasan yang bermanfaat bagi masa depan gereja.
“Pemuda GKI harus tampil sebagai agen perubahan yang berkarakter Kristus, disiplin, kreatif, dan siap menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Usai menyampaikan sambutan, Andrikus Mofu secara resmi membuka Temu Raya PAM ke-V Sinode GKI di Tanah Papua. Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda pembinaan, seminar, dan persekutuan yang dipusatkan di GKI Bethel Mawolokmai, Kabupaten Sorong, sebelum kembali ke daerah masing-masing. (Mel)





























