SORONG, MPN – Tokoh Adat/Kepala Suku Yapen Barat Utara Wilayah Papua Barat Daya, Yakonias Kendi, menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas insiden penembakan pilot serta pembakaran pesawat di Desa Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, yang mengakibatkan meninggalnya pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin.
Menurut Yakonias Kendi, peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang patut disesalkan dan diharapkan tidak menimbulkan dampak yang semakin luas terhadap kondisi keamanan maupun kehidupan masyarakat di Tanah Papua. Ia menilai bahwa nilai-nilai agama dan adat Papua mengajarkan pentingnya kasih, penghormatan terhadap kehidupan manusia, serta penyelesaian setiap persoalan melalui dialog dan cara-cara yang damai.
“Setiap agama mengajarkan kasih, kedamaian, dan penghormatan terhadap setiap nyawa manusia. Begitu pula adat Papua selalu mengedepankan musyawarah, persaudaraan, dan penyelesaian persoalan secara damai. Nilai-nilai tersebut harus terus kita jaga bersama,” ujar Yakonias.
Menanggapi informasi yang beredar di ruang publik, termasuk adanya pernyataan dari kelompok KKB yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut, Yakonias berharap kelompok yang menyampaikan pengakuan tersebut bersedia mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, segala bentuk aksi kekerasan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menciptakan rasa takut di tengah masyarakat dan menghambat upaya pembangunan serta kesejahteraan di Tanah Papua.
Ia juga meminta aparat penegak hukum dan aparat keamanan untuk menangani kasus tersebut secara profesional, objektif, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Yakonias berharap aparat dapat mengambil langkah penegakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak, termasuk kelompok KKB, apabila terbukti bertanggung jawab atas aksi kekerasan tersebut, sehingga memberikan kepastian hukum, memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarganya, serta mencegah terulangnya kejadian serupa.
Selain berdampak pada situasi keamanan, Yakonias menilai insiden tersebut berpotensi menjadi perhatian masyarakat internasional karena korban merupakan warga negara asing. Menurutnya, apabila tidak ditangani secara cepat, profesional, dan transparan sesuai hukum, peristiwa seperti ini dapat memengaruhi citra Indonesia di mata dunia serta berpotensi berdampak terhadap hubungan dan kerja sama Indonesia dengan negara lain. Karena itu, ia berharap proses penanganan perkara dapat dilakukan secara akuntabel sehingga menunjukkan komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada setiap orang yang beraktivitas secara sah di wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, Yakonias mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya, untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengedepankan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
“Papua Barat Daya merupakan rumah bersama yang harus kita jaga. Mari kita perkuat persaudaraan, menjaga situasi tetap aman dan kondusif, serta bersama-sama mencegah agar peristiwa seperti ini tidak terjadi di Papua Barat Daya. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat hidup dengan tenang dan pembangunan dapat berjalan demi kesejahteraan seluruh rakyat Papua,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting dalam mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat. (Mel)





























