SORONG, MPN – Langkah nyata dalam mendukung program swasembada pangan yang diusung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus ditunjukkan oleh jajaran TNI. Salah satunya dilakukan oleh Yonif TP 806/Satya Inyomusi yang sukses mengoptimalkan lahan tidur di wilayah Kabupaten Sorong menjadi kawasan pertanian produktif bersama masyarakat setempat.

Melalui sinergi yang kuat antara prajurit TNI dan warga, pembukaan lahan pertanian baru terus dipacu. Tidak sekadar membuka lahan, personel Yonif TP 806/Satya Inyomusi juga memberikan pendampingan dan pembinaan berkelanjutan agar masyarakat lokal memiliki keterampilan untuk mengelola potensi agraris secara mandiri.

Kerja keras tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata. Dari total 5 hektare lahan padi yang berhasil dibuka di Kabupaten Sorong, sebagian di antaranya telah memasuki masa panen.

Komandan Yonif TP 806/Satya Inyomusi, Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom., mengungkapkan bahwa dalam kurun waktu sepekan terakhir, pihaknya telah memanen padi di area persawahan seluas 3 hektare.

“Dalam satu minggu ini kami sudah melakukan panen padi di areal sawah seluas 3 hektare,” ujar Letkol Inf Handi Wibowo saat memberikan keterangan di lingkungan Mako Yonif TP 806/Satya Inyomusi, Kabupaten Sorong, Sabtu (12/6/2026).

Letkol Inf Handi menjelaskan bahwa kehadiran satuannya membawa dampak positif yang signifikan bagi sektor pertanian di Kabupaten Sorong. Lahan-lahan terlantar yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini berhasil disulap menjadi area persawahan yang subur dan menghasilkan.

Ia menilai Kabupaten Sorong menyimpan potensi geografis yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai lumbung pangan baru. Faktor ketersediaan lahan yang luas menjadi modal utama dalam mendongkrak angka produksi pangan sekaligus memperkokoh ketahanan pangan daerah.

Ke depan, Yonif TP 806/Satya Inyomusi bersama masyarakat berkomitmen untuk terus memperluas pembukaan lahan pertanian khususnya memanfaatkan lahan yang selama ini terbengkalai. Prajurit TNI akan terus memotivasi masyarakat agar mengelola lahan secara maksimal demi mencukupi kebutuhan konsumsi harian sekaligus meningkatkan taraf perekonomian keluarga.

Handi menaruh harapan besar agar program ini tidak berhenti pada seremonial pembukaan dan panen saja, melainkan tumbuh menjadi sebuah gerakan swadaya yang masif di tengah masyarakat. Ia ingin warga Kabupaten Sorong semakin mandiri dalam mengolah potensi alam yang mereka miliki.

“Kami berharap Kabupaten Sorong dapat menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Papua Barat Daya. Dengan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, lahan-lahan yang selama ini belum produktif bisa dimanfaatkan sehingga produksi pangan terus meningkat dan swasembada pangan dapat terwujud,” pungkasnya.

(Mel)