SORONG, MPN – Aparat Kepolisian Daerah Papua Barat Daya kembali memperlihatkan keseriusannya dalam menindak berbagai aksi kriminal yang meresahkan warga. Dalam konferensi pers terbaru terkait pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan, polisi berhasil mengungkap sedikitnya 15 perkara dengan total 16 orang tersangka yang kini telah diamankan.
Kasus yang terungkap terdiri dari aksi curanmor, begal, hingga penjambretan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah di Papua Barat Daya. Keberhasilan tersebut disebut sebagai hasil kerja bersama antara jajaran kepolisian di tingkat Polres, Polsek, serta unit-unit pendukung lainnya.
Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Jenny S.A. Hengkelare, menjelaskan bahwa koordinasi lintas satuan menjadi faktor penting dalam mempercepat proses penyelidikan dan penangkapan para pelaku.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti berupa 32 unit sepeda motor serta sejumlah perangkat elektronik yang diduga berasal dari hasil tindak kejahatan. Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui menggunakan berbagai cara untuk menjalankan aksinya, salah satunya dengan merusak sistem pengaman kendaraan agar lebih mudah dibawa kabur.
Aksi penjambretan yang menyasar perempuan juga menjadi perhatian serius aparat. Pelaku biasanya memilih lokasi yang gelap dan jauh dari keramaian untuk menjalankan aksinya. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat bepergian pada malam hari atau melintas di kawasan sepi.
Selain itu, kepolisian juga menemukan adanya keterlibatan anak di bawah umur dalam beberapa kasus yang ditangani. Terhadap anak-anak tersebut, proses hukum akan dilakukan melalui mekanisme assessment dan diversi sesuai aturan perlindungan anak yang berlaku.
Upaya pencegahan pun terus diperkuat. Sejak awal Mei 2026, patroli gabungan dari berbagai satuan telah rutin dilakukan guna menekan angka kriminalitas jalanan. Polisi juga terus mengedukasi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan kendaraan maupun barang berharga.
Polda Papua Barat Daya turut menyoroti maraknya penjualan barang hasil curian melalui media sosial, termasuk platform Facebook. Aktivitas tersebut kini menjadi salah satu fokus pengawasan aparat dalam upaya memutus rantai kejahatan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan keamanan lingkungan masing-masing, termasuk menyimpan kendaraan di tempat yang benar-benar aman dan tidak mudah diakses pelaku kejahatan. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk membantu menekan angka kriminalitas di wilayah Papua Barat Daya.





























