SORONG, MPN – Krisis air bersih akibat kemarau panjang yang melanda Kampung Warmon, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, semakin mengkhawatirkan. Guna meringankan beban masyarakat, Yonif TP 806/Satya Inyomusi (SI) menerjunkan satu unit mobil tangki berisi 5.000 liter air bersih ke wilayah tersebut pada Selasa (6/10/2026).

Kedatangan bantuan air bersih ini langsung disambut haru dan gembira oleh warga setempat. Mulai dari anak-anak hingga orang tua berbondong-bondong membawa ember dan jeriken untuk mengantre secara tertib demi mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan domestik keluarga mereka.

Selama kemarau melanda, warga Warmon mengalami kesulitan hebat untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, hingga konsumsi. Meski wilayah ini sudah beberapa kali mendapatkan pasokan bantuan dari aksi solidaritas berbagai komunitas relawan, jumlah tersebut hingga kini dinilai belum mampu mencukupi kebutuhan harian masyarakat.

Kepala Kampung Warmon, Ari Syamsudin, membenarkan bahwa pasokan logistik air dari Relawan selama ini hanya mampu menjadi solusi jangka pendek yang cepat habis.

“Kami di kampung ini sudah beberapa kali dapat bantuan penyalurkan air bersih, namun masih terbatas. Kebutuhan harian warga sangat besar, sementara sumber air lokal di sini sama sekali tidak layak konsumsi karena payau dan keruh. Bantuan tangki air ini sifatnya hanya menyambung hidup untuk beberapa hari ke depan,” ujar Ari saat dikonfirmasi media, Rabu (7/10/2026).

Akibat keterbatasan pasokan, sebagian masyarakat bahkan terpaksa memanfaatkan kolam bekas galian alat berat yang airnya sangat keruh untuk bertahan hidup.

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari TNI ini. Sejak kemarau panjang, kami sangat sulit mendapatkan air bersih,” ujar salah satu warga Warmon saat ditemui di lokasi penyaluran.

Ia menjelaskan bahwa Kampung Warmon sebenarnya memiliki tiga titik sumur bor dengan kedalaman mencapai 200 meter. Sayangnya, air yang dihasilkan berasa asin sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan harian. Selama ini warga hanya mengandalkan air hujan.

“Karena hujan tidak kunjung datang, kami terpaksa mengandalkan air dari bekas galian alat berat yang berada tidak jauh dari kampung,” tambahnya dengan nada sedih. Warga sangat berharap adanya perhatian mendalam dan solusi jangka panjang dari instansi pemerintah terkait selama musim kemarau masih berlangsung.

Sementara itu, Komandan Batalyon Infanteri TP 806/SI, Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom., menegaskan bahwa penyaluran bantuan air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kesulitan yang dihadapi rakyat.

“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga Kampung Warmon yang sedang menghadapi krisis air bersih di tengah kondisi kemarau saat ini. Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah kesulitan masyarakat,” pungkas Letkol Inf Handi Wibowo.

(Mel)