SORONG, MPN – Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Universitas Muhammadiyah Sorong menyelenggarakan talkshow bertajuk “Antisipasi Cuaca Ekstrem untuk Masa Depan yang Berkelanjutan” pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian mahasiswa terhadap perubahan cuaca, dinamika atmosfer, serta pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
Talkshow ini menghadirkan tiga narasumber dari instansi terkait, yaitu Ahmad Bisri, S.T., M.M. dari BMKG, Budi Satrya, S.Si. yang menyampaikan materi mengenai Pemantauan Atmosfer Global, serta Donatus Raharau dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Dalam pemaparannya, Ahmad Bisri menjelaskan berbagai fenomena cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Indonesia beserta faktor-faktor yang memengaruhinya. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap informasi cuaca merupakan langkah awal dalam meningkatkan kewaspadaan serta meminimalkan risiko yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Selanjutnya, Budi Satrya mengulas pentingnya pemantauan atmosfer global dalam memprediksi perubahan pola cuaca. Menurutnya, kondisi atmosfer pada skala global memiliki pengaruh signifikan terhadap dinamika cuaca di berbagai wilayah, sehingga pemahaman terhadap fenomena tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi dan antisipasi bencana.
Sementara itu, Donatus Raharau menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Ia menegaskan bahwa upaya mitigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mahasiswa aktif mengikuti sesi diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar cuaca ekstrem, perubahan atmosfer, serta langkah-langkah mitigasi bencana yang dapat diterapkan di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, MAPALA Universitas Muhammadiyah Sorong berharap dapat memperkuat kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Selain menjadi wadah berbagi pengetahuan, talkshow ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang peduli terhadap lingkungan, tanggap terhadap potensi bencana, serta berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. (Amma)





























