SORONG, MPN — Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, langsung turun tangan meninjau para korban penembakan warga sipil yang terjadi di Kampung Ainod, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat. Insiden berdarah pada Kamis (13/8/2026) itu melukai tiga warga yang kini menjalani perawatan intensif di RSUD Sele Be Solu. Nausrau menyampaikan kecaman keras serta imbauan penting kepada seluruh masyarakat.

Saat mengunjungi rumah sakit kemarin, Nausrau menyampaikan duka cita mendalam atas penderitaan yang dialami warga. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengecam tindakan kekerasan tersebut karena telah melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Pemerintah daerah mengambil alih seluruh biaya pengobatan ketiga korban yakni: Silvester Asem, Selfiana Sory, dan Anike Fatie  dan terus memantau perkembangan kesehatan mereka secara langsung.

“Kami mengecam keras aksi penembakan yang menimpa warga sipil di Maybrat. Pemerintah Provinsi memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh daerah,” ujar Nausrau dengan tegas.

Pemerintah provinsi juga meminta aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini secara tuntas. Nausrau mendesak kepolisian mengidentifikasi pelaku, menangkap mereka, dan menjatuhkan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku. Ia menegaskan pihaknya akan mengawal proses hukum ini sampai selesai dan terus berkoordinasi dengan aparat keamanan demi menjamin keadilan bagi korban serta rasa aman bagi seluruh warga.

Di tengah ketegangan pascainsiden, Nausrau mengajak masyarakat Maybrat tetap tenang dan memelihara persatuan. Ia meminta warga tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk keadaan dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban bersama. Secara khusus, ia memperingatkan seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Jangan sebarkan hoaks karena informasi menyesatkan hanya akan memicu keresahan dan memperburuk situasi keamanan. Mari kita jaga lingkungan kita tetap aman dan kondusif,” seru Nausrau.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen terus mendampingi korban dan keluarga, sekaligus memastikan proses hukum berjalan transparan dan tegas demi menegakkan keadilan di wilayah tersebut. (Mel)