SORONG, MPN – Kasus pengeroyokan tragis menimpa seorang pemuda berinisial ARM (25) di kawasan Kilometer 10, dekat Kolam Buaya, Kota Sorong. Korban mengalami luka bacok parah pada bagian pergelangan tangan hingga nyaris putus saat mencoba melerai keributan. Merespons kejadian tersebut, jajaran Polsek Sorong Timur bergerak cepat dan berhasil mengamankan tiga orang pelaku hanya dalam waktu singkat.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Sulawesi Utara (IPSU) Papua Barat Daya, Jackson Sambow, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kapolsek Sorong Timur beserta seluruh jajarannya, mulai dari SPKT, Tim Intel, hingga Tim Buser yang bergerak taktis di lapangan.

“Saya melihat memang kerja keras dari Polsek Sorong Timur. Hanya dalam kisaran satu dua hari ini, laporan warga langsung ditindaklanjuti. Saya selaku Ketua Umum IPSU mengapresiasi dan angkat jempol untuk kinerja nyata ini,” ujar Jackson saat memberikan keterangan, Minggu (27/9/2026).

Kronologi Kejadian

Peristiwa bermula pada 23 September malam, ketika terjadi keributan antar-pemuda di kawasan Kilometer 10 dekat Kolam Buaya. Mendengar adanya pertikaian yang ternyata melibatkan kerabat dari istrinya, ARM (25) datang ke lokasi dengan niat baik untuk melerai.

Namun naas, niat baik ARM berujung petaka. Ia justru menjadi korban pengeroyokan dan terkena sabetan pisau daging di bagian pergelangan tangan yang mengakibatkan luka robek sangat fatal hingga nyaris putus.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ketiga pelaku yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian diduga bertempat tinggal di sebuah rumah kos yang berada di sekitaran tempat kejadian perkara (TKP). Pasca-kejadian, para pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di sekitar wilayah Kabupaten Sorong sebelum akhirnya berhasil dilacak. Kendati demikian, pihak IPSU tetap menyerahkan sepenuhnya pendalaman motif, kronologi, serta detail identitas pelaku kepada tim penyidik Polsek Sorong Timur.

Mengenai kondisi medis korban ARM, saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif akibat luka sabetan senjata tajam yang cukup parah. Hingga berita ini diturunkan, belum bisa dipastikan apakah korban akan mengalami cacat permanen atau tidak pada pergelangan tangannya, lantaran masih harus menunggu perkembangan medis lebih lanjut.

Proses Hukum Tetap Berjalan

Jackson menegaskan bahwa pihak keluarga dan organisasi akan mengawal ketat kasus ini hingga tuntas ke persidangan. Dirinya menutup pintu damai atau mediasi di luar hukum mengingat dampak luka yang diderita korban sangat berat.

“Harapan saya, proses hukum harus tetap berjalan. Tidak ada mediasi-mediasi apa pun. Kami dari Pemuda Sulawesi Utara di Kota Sorong tidak pernah berbuat keonaran, jadi kalau ada yang berani berbuat, harus berani bertanggung jawab. Kami percayakan penuh kepada penyidik Polsek Sorong Timur dan akan kami kawal terus sampai penetapan tersangka. Jadi, siapa pun yang berani berbuat kriminal, harus berani bertanggung jawab di depan hukum,” tegas Jackson.

Penangkapan terhadap ketiga pelaku ini sekaligus menepis anggapan miring di media sosial yang sering menyebut laporan masyarakat lambat direspons oleh pihak kepolisian. Pihak IPSU mengimbau seluruh warga masyarakat di wilayah hukum Polsek Sorong Timur untuk tetap tenang dan menyerahkan seluruh penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

(Mel)