SORONG, MPN – Sebanyak 70 Orang Asli Papua (OAP) dari berbagai kabupaten dan kota di Papua Barat Daya akan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) pelayaran yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Papua Barat Daya pada awal Juni 2026 mendatang.

 

Pelatihan yang dipusatkan di Politeknik Pelayaran Sorong tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal di sektor maritim sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat OAP.

 

Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat Daya, Yakobus Tandung Pabimbim mengatakan, program pelatihan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kemampuan generasi muda Papua agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Menurutnya, sektor pelayaran memiliki potensi besar di Papua Barat Daya karena wilayah ini didominasi daerah pesisir dan kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.

 

“Pelatihan ini bertujuan membentuk SDM OAP yang siap kerja dan memiliki sertifikasi resmi di bidang pelayaran. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran,” katanya.

 

Dalam pelatihan tersebut, peserta akan memperoleh materi dasar pelaut meliputi Basic Safety Training (BST), Advanced Fire Fighting (AFF), serta Security Awareness Training (SAT). Seluruh materi mengacu pada standar internasional Standards of Training, Certification and Watchkeeping (STCW).

 

Selain mendapatkan pelatihan teori dan praktik, peserta juga akan memperoleh sertifikat kompetensi yang nantinya dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di sektor pelayaran maupun transportasi laut.

 

Plt Kepala Bidang Pelayaran Dishub PBD, Herman K. Samsanoy menjelaskan, program ini menjadi pelatihan pelayaran pertama yang difokuskan khusus bagi OAP di Papua Barat Daya.

 

Ia menyebutkan, sebanyak 70 peserta yang dinyatakan lolos telah melalui proses seleksi ketat dari total 110 pendaftar.

 

“Peserta yang terpilih merupakan putra-putri terbaik Papua Barat Daya yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan hasil seleksi,” ujarnya.

 

Untuk mendukung keberlanjutan program, Dishub PBD juga membangun kerja sama dengan PT Pelni Cabang Sorong sebagai salah satu mitra dalam membuka peluang kerja bagi para lulusan pelatihan.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Badan Usaha dan Jasa Angkutan Umum Pelayaran, Yulianti Safkaur menuturkan bahwa masih banyak masyarakat OAP yang memiliki minat di bidang kemaritiman namun belum mampu bersaing karena tidak memiliki sertifikasi pelayaran.

 

Ia menilai dana Otonomi Khusus (Otsus) perlu diarahkan tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

“Melalui kegiatan ini, pemerintah ingin membantu masyarakat OAP agar memiliki kompetensi yang diakui dan bisa bersaing di dunia kerja. Harapannya semakin banyak generasi Papua yang berkarir di sektor pelayaran,” tuturnya.

 

Dishub PBD berharap program tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun agar semakin banyak tenaga kerja OAP yang terserap di dunia maritim dan transportasi laut.

(Mel)