SORONG, MPN – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 806/Satya Inyomusi menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang mengaitkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan CV Prima Papua di Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Komandan Yonif TP 806/Satya Inyomusi, Letkol Inf. Hadi Wibowo, membenarkan bahwa BBM yang berada di dalam truk tersebut merupakan milik satuan. Namun, ia membantah informasi yang menyebut BBM itu dibongkar maupun diperjualbelikan kepada CV Prima Papua.
Menurut Hadi, BBM tersebut merupakan sisa bahan bakar yang sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan operasional pembukaan lahan persawahan di Kampung Walal, Distrik Salawati. Setelah kegiatan selesai, sisa BBM itu direncanakan dibawa kembali ke Markas Yonif TP 806/Satya Inyomusi.
“BBM yang berada di dalam truk itu merupakan milik satuan dan merupakan sisa bahan bakar dari kegiatan operasional pembukaan lahan padi di Kampung Walal, Distrik Salawati. BBM tersebut akan dibawa kembali ke markas,” ujar Letkol Inf. Hadi Wibowo kepada awak media.
Ia menjelaskan, keberadaan truk di sekitar area CV Prima Papua bukan untuk melakukan pembongkaran maupun transaksi BBM. Menurutnya, kendaraan tersebut melintas di lokasi karena pengemudi keliru mengambil jalur saat dalam perjalanan menuju markas satuan.
“Truk yang melintas di sekitar CV Prima Papua itu salah mengambil jalur. Bukan untuk membongkar BBM dan bukan untuk melakukan penjualan kepada perusahaan tersebut,” tegasnya.
Hadi juga menegaskan tidak ada hubungan ataupun kerja sama antara Yonif TP 806/Satya Inyomusi dengan CV Prima Papua terkait distribusi maupun penyaluran BBM.
“Kami tidak memiliki hubungan dengan CV Prima Papua,” katanya.
Melalui klarifikasi ini, Yonif TP 806/Satya Inyomusi berharap masyarakat memperoleh informasi secara utuh sehingga tidak muncul kesalahpahaman maupun persepsi yang keliru terhadap pemberitaan sebelumnya.
Klarifikasi ini disampaikan sebagai bentuk dan bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan sebagaimana diatur dalam Kode Etik Jurnalistik. (Mel)
Baca Berita Sebelumnya
Berawal dari Aksi Protes terhadap CV Prima Papua, Koordinator Aksi Timotius Rumpaidus Tertembak di Aimas



























