SORONG, MPN – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 806/Satya Inyomusi sukses menyulap 16 hektare lahan tidur di Papua Barat Daya menjadi kawasan pertanian produktif. Langkah nyata ini menjadi strategi jitu TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Di bawah komando Letkol Inf. Hadi Wibowo, S.I.Kom., Yonif TP 806 mengubah lahan kosong di sekitar markas mereka di Aimas, Kabupaten Sorong, menjadi area integrated farming. Para prajurit bahu-membahu menanam jagung, timun, terong, pepaya, nanas, hingga mengelola sayuran hidroponik. Mereka juga memadukan sektor penanaman ini dengan peternakan ayam petelur, budidaya ikan lele dan mujair, serta penggemukan babi untuk menyuplai kebutuhan pangan internal markas dan membangun kemandirian pangan satuan.
Prajurit Yonif TP 806 juga memperluas dampak program dengan mendampingi langsung kelompok tani di Kabupaten Sorong untuk menghidupkan kembali sawah-sawah warga yang sudah lama telantar. Komandan Yonif TP 806 menegaskan bahwa fokus utama satuan dalam pendampingan ini adalah pengerahan tenaga fisik prajurit untuk membantu menggarap lahan.

“Untuk pupuk dan obat-obatan pertanian kami akan bantu semampu kami jika ada stok tersedia, kami siap bagi dengan petani apabila membutuhkan dan juga tersedia, kami lebih ke tenaga karena siap kerahkan prajurit kita untuk membantu petani,” ucapnya.
Kolaborasi nyata antara prajurit dan warga tersebut membuahkan hasil yang signifikan bagi wilayah sekitar. Pada tahun 2025, pengerahan tenaga prajurit dan gotong royong warga berhasil membuka 12 hektare lahan tidur di kawasan SP 2. Memasuki tahun 2026, luasan lahan produktif tersebut melonjak hingga mencapai 16 hektare dengan fokus utama pada komoditas padi untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Saat ini, kawasan pertanian terpadu di markas Yonif TP 806 bahkan berfungsi sebagai pusat pembelajaran pertanian modern bagi masyarakat luas. Lembaga pendidikan dan mahasiswa lokal rutin mengunjungi kawasan ini untuk mempelajari teknik pertanian terpadu serta pentingnya ketahanan pangan nasional.
Meski aktif memberdayakan masyarakat melalui pendekatan humanis, Yonif TP 806 tetap menjaga taji sebagai satuan tempur utama. Para prajurit rutin mengasah profesionalisme militer melalui Latihan Menembak Senjata Ringan (Bakjatri). Lewat sinergi ini, Yonif TP 806/Satya Inyomusi membuktikan bahwa menjaga kedaulatan negara bisa berjalan selaras dengan aksi nyata menyejahterakan rakyat di Papua Barat Daya. (Mel)





























