SORONG, MPN – Memperingati hari ulang tahun yang ketiga, Ruang Eskalasi Papua memilih cara yang tidak biasa sekaligus berdampak nyata bagi lingkungan. Lewat inisiatif bertajuk “Sampah Jadi Berkah”, komunitas sosial ini mengajak warga Kota Sorong menyulap limbah domestik menjadi barang bernilai guna di Engineering Coffee, Sabtu (10/10/2026).
Gerakan ini dirancang untuk menggugah kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Alih-alih berakhir di tempat pembuangan akhir begitu saja, masyarakat diajak untuk mengumpulkan dan memilah sampah kering mereka untuk disalurkan ke Bank Sampah Sorong Raya demi pengelolaan yang lebih hijau.
Ghaida Gusri Nisa, selaku Founder & CEO Yayasan Ruang Eskalasi Mandiri, membeberkan bahwa program penukaran sampah ini sebenarnya sudah memasuki jilid kelima. Namun, berbeda dengan empat aksi sebelumnya yang bergerak dari kampung ke kampung, kali ini sasaran peserta diperluas.
“Pada prinsipnya, kami mengajak warga membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka terlebih dahulu. Sampah yang terkumpul kemudian ditukarkan dengan beragam barang layak pakai yang sebelumnya sudah dihimpun oleh tim panitia,” tutur Ghaida.
Dalam gelaran kali ini, jenis limbah yang diterima meliputi kategori kertas, kardus, plastik, hingga kaleng bekas. Warga cukup membawa minimal 10 barang sampah untuk ditukarkan dengan komoditas layak pakai yang tersedia. Guna menyemarakkan suasana 3rd Anniversary of Ruang Eskalasi, agenda ini juga dikemas menarik dengan menghadirkan diskusi publik (talkshow), games, undian berhadiah, pohon harapan, hingga area berfoto.
Tanamkan Mindset Peduli Lingkungan Sejak Dini
Aksi nyata Ruang Eskalasi Papua tidak berhenti pada pengelolaan limbah perkotaan, melainkan juga menyentuh aspek edukasi anak-anak di akar rumput. Program edukasi ini lahir dari transformasi gerakan “Jumat Berkah” yang mulanya hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pangan atau pembagian makanan gratis.
Kini, fokus gerakan melebar ke sektor pendidikan alternatif di wilayah perkampungan. Anak-anak tidak hanya dibimbing untuk lancar membaca dan menulis, tetapi juga mulai diakrabkan dengan jenis-jenis serta karakteristik warna sampah. Tujuannya agar kebiasaan memilah sampah terbentuk dalam keseharian mereka.
Menurut Ghaida, pusat kegiatan pembinaan yang tadinya berjalan di kawasan SP 3 sekarang dialihkan ke wilayah Kokoda Kilometer 8. Menariknya, anak-anak dari wilayah binaan baru ini juga dilibatkan untuk tampil langsung dalam puncak perayaan ulang tahun komunitas, sebagai bentuk apresiasi dan pembangunan karakter sejak dini.
Komitmen Industri Kopi Lokal Melalui Donasi Per Cangkir
Langkah sosial Ruang Eskalasi Papua mendapat amunisi tambahan dari sektor bisnis lokal, Engineering Coffee. Kerja sama ini menjadi bukti nyata dari realisasi moto kedai tersebut, yakni “Lebih dari Sekadar Ngopi”.
Head Manager Engineering Coffee, Arahmat, menyampaikan bahwa pihaknya membuka pintu lebar-lebar bagi komunitas yang ingin memanfaatkan ruang kedai kopi sebagai pusat gerakan yang membawa maslahat bagi publik.
“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini. Sesuai dengan visi kami, kedai ini harus bisa menjadi wadah berkumpulnya anak-anak muda dan komunitas yang ingin menggerakkan aksi sosial bersama,” kata Arahmat.
Di samping menyediakan ruang kolaborasi, Engineering Coffee juga memiliki program kemanusiaan mandiri secara berkala. Manajemen kedai menyisihkan 2 persen dari omzet penjualan setiap cangkir kopi untuk didonasikan kepada kelompok rentan, mulai dari lansia, panti asuhan Muslim dan Kristen, hingga masyarakat yang membutuhkan di jalanan.
Harapkan Estafet Volunterisme Pemuda di Tanah Papua
Menginjak usia baru, Ghaida berharap Ruang Eskalasi Papua dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak penggerak sosial muda di Papua. Ia melihat geliat kerelawanan generasi muda di Pulau Jawa sudah sangat masif dan berharap atmosfer positif tersebut bisa diadopsi secara luas di tanah Papua.
Melalui integrasi program lingkungan “Sampah Jadi Berkah”, sekolah informal anak-anak, serta kemitraan lintas sektor, komunitas ini terus berupaya memperlebar skala dampak baik mereka di Kota Sorong dan sekitarnya.
(Mel)





























