SORONG, MPN – Pemerintah Kabupaten Sorong menerima 120 anggota Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya (UB) Malang yang akan melaksanakan program pengabdian masyarakat di sejumlah wilayah sasaran.

Wakil Bupati Sorong, H. Sutedjo, menyambut langsung kedatangan tim tersebut dalam apel di halaman Kantor Bupati Sorong, Senin (3/8/2026).

Sutedjo mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Universitas Brawijaya Malang melalui program Ekspedisi Patriot. Ia meminta seluruh anggota tim untuk segera beradaptasi dengan kondisi wilayah serta memahami kearifan lokal masyarakat selama menjalankan tugas.

“Kami menyambut kedatangan Tim Patriot dengan penuh antusias. Harapan kami, keberadaan mereka di lapangan selama empat bulan dapat memberikan dampak positif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan yang telah ditetapkan,” ujar Sutedjo.

Ia juga berharap program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi mampu menggali serta mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Menurutnya, kontribusi Tim Ekspedisi Patriot dapat memperkuat program pembangunan yang tengah berjalan di Kabupaten Sorong.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot Universitas Brawijaya, Taufik, Ph.D., menjelaskan bahwa timnya akan memfokuskan program pada sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hilirisasi produk lokal, pengembangan peternakan, perikanan tangkap, serta penguatan kelembagaan kampung.

Sebanyak 120 anggota tim akan dibagi ke dalam 20 kelompok. Mereka akan ditempatkan di berbagai lokasi sasaran, termasuk kawasan sekolah di Lamono, Malabotol, hingga kawasan Marginer di Distrik Segun. Tim juga akan melaksanakan pengabdian di dua kampung di Distrik Moisegen.

Pembagian kelompok ini diharapkan dapat membuat pelaksanaan program berjalan lebih terarah serta mampu menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Sorong, Ngatijo, menyambut positif kehadiran Tim Ekspedisi Patriot. Ia menilai keterlibatan tim dari Universitas Brawijaya dapat membantu pemerintah daerah, khususnya dalam pendataan dan pelaksanaan program pengabdian di empat distrik sasaran.

Ngatijo menyampaikan bahwa hasil pemetaan lapangan akan menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Data yang diperoleh di lapangan menjadi bagian penting untuk melihat perkembangan kawasan transmigrasi secara lebih akurat,” ujarnya.

Menurutnya, data tersebut juga dapat membantu pemerintah dalam menentukan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, intervensi pemerintah dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di Kabupaten Sorong.

Kehadiran Ekspedisi Patriot selama empat bulan diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan di wilayah sasaran. (Mel)