SUPIORI, MPN – Semangat gotong royong mewarnai persiapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kampung Waryesi, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua.

Kampung Waryesi tengah dipersiapkan menjadi bagian dari pembangunan KNMP yang diarahkan untuk memperkuat kawasan pesisir melalui penyediaan sarana pendukung perikanan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal.

Dukungan terhadap program tersebut terlihat saat masyarakat menyambut kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Supiori bersama jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Satgas, serta Tim Pelaksana Percepatan Pembangunan KNMP pada Juni 2026.

Bagi masyarakat Waryesi, pembangunan kawasan nelayan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas fisik. Kehadiran KNMP diharapkan dapat memperkuat aktivitas nelayan sekaligus membuka akses terhadap berbagai fasilitas pendukung, mulai dari produksi, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran hasil perikanan.

Waryesi Disiapkan Menjadi Kawasan Nelayan Produktif

Konsep KNMP yang dikembangkan pemerintah tidak sebatas pembangunan permukiman maupun fasilitas dasar. KKP mempertimbangkan sejumlah aspek dalam menentukan lokasi, antara lain kesiapan lahan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, keberadaan nelayan aktif, aktivitas perikanan, serta komitmen pemerintah daerah.

Dalam survei pembangunan KNMP di wilayah Indonesia Timur, KKP menerjunkan 87 surveyor untuk melakukan penilaian terhadap calon lokasi di lima provinsi di Pulau Papua.

Asesmen tersebut mencakup kondisi sosial ekonomi masyarakat, kelembagaan, partisipasi warga, usaha perikanan, infrastruktur pendukung, utilitas hingga potensi risiko bencana.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif menegaskan, pembangunan KNMP harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Setiap usulan tetap diseleksi secara menyeluruh mulai dari kesiapan lahan, keberadaan nelayan aktif, aktivitas perikanan tangkapnya benar-benar berjalan, sampai komitmen pemerintah daerahnya,” kata Lotharia, seperti dikutip dari laman Ditjen Perikanan Tangkap KKP.

Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam pembangunan. Sebab, fasilitas yang dibangun nantinya membutuhkan pengelolaan dan pemanfaatan secara berkelanjutan oleh masyarakat setempat.

Gotong Royong Warga dan Unsur Pendukung

Semangat gotong royong juga terlihat dalam proses pembangunan fasilitas KNMP di Waryesi.

Pada pertengahan September 2026, prajurit Yonif TP 859/RBK dilaporkan turut bergabung bersama masyarakat dalam pembangunan fasilitas di kawasan tersebut.

Mengutip laporan Sinergi Bangsa, kegiatan itu merupakan bagian dari Program BERSEMI yang berfokus pada kebersihan dan kesehatan lingkungan. Selain membantu pekerjaan fisik, personel yang terlibat juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas publik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena warga setempat merupakan pihak yang nantinya akan beraktivitas dan memanfaatkan berbagai fasilitas di kawasan nelayan tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kampung Waryesi bersama masyarakat juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan KNMP.

Dalam laporan Suara Negeri News, masyarakat berharap program tersebut dapat memperluas peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pelayanan dan aktivitas ekonomi warga.

Bukan Hanya Menangkap Ikan

Salah satu tantangan masyarakat nelayan adalah meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan setelah ikan didaratkan.

Karena itu, konsep KNMP dikembangkan dengan pendekatan yang menghubungkan aktivitas perikanan dari hulu hingga hilir. KKP menjelaskan, model KNMP 2026 dikembangkan dalam bentuk kluster yang saling terhubung secara ekonomi.

KNMP hub dirancang sebagai pusat konsolidasi dan pengolahan hasil perikanan dengan fasilitas seperti cold storage. Sementara KNMP penyangga menjadi lokasi pengumpulan hasil tangkapan yang dilengkapi fasilitas pendaratan dan rantai dingin awal.

Hasil perikanan selanjutnya diarahkan terhubung dengan sentra logistik, termasuk pelabuhan perikanan maupun pelabuhan umum. Dari titik tersebut, hasil tangkapan dapat didistribusikan ke pasar regional, nasional hingga pasar ekspor.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menjelaskan, model tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan efisiensi distribusi, sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan.

Dengan konsep tersebut, aktivitas ekonomi nelayan tidak berhenti pada proses melaut dan menjual hasil tangkapan. Penyimpanan, pengolahan, logistik hingga pemasaran menjadi bagian dari ekosistem ekonomi pesisir yang hendak diperkuat melalui KNMP.

Membuka Peluang Ekonomi Masyarakat Waryesi

Pembangunan KNMP di Waryesi juga membuka peluang bagi tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi pendukung.

Ketika fasilitas perikanan tersedia dan dikelola dengan baik, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih dekat terhadap sarana produksi, penyimpanan, pengolahan maupun perdagangan hasil perikanan.

Namun, manfaat tersebut tetap membutuhkan pengelolaan berkelanjutan. Pembangunan fasilitas fisik tidak secara otomatis menjamin peningkatan ekonomi apabila tidak diikuti kesiapan sumber daya manusia, kelembagaan, tata kelola dan pemanfaatan fasilitas secara optimal.

Karena itu, keterlibatan masyarakat sejak proses pembangunan menjadi modal sosial penting. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran dalam memastikan fasilitas yang dibangun sesuai kebutuhan dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

Pengawasan Jadi Bagian Penting

Keberlanjutan pembangunan KNMP juga berkaitan dengan pengawasan.

Inspektorat Jenderal KKP menyebut pengawasan pembangunan KNMP dilakukan untuk menilai capaian fisik, kesesuaian kondisi lapangan dengan laporan, serta mendeteksi potensi persoalan seperti keterlambatan maupun ketidaksesuaian teknis.

Pengawasan lapangan juga diarahkan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan dana serta sumber daya pembangunan.

Secara nasional, KKP menyebut sejumlah fasilitas KNMP antara lain pabrik es, gudang beku, sentra kuliner, bengkel kapal dan kios perbekalan nelayan. Fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung produktivitas masyarakat nelayan.

Bagi Waryesi, kesinambungan antara pembangunan fisik, kesiapan masyarakat dan pengelolaan kawasan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan KNMP ke depan.

Membangun Bersama Warga

Dukungan masyarakat Waryesi terhadap pembangunan KNMP menjadi salah satu modal penting dalam proses tersebut.

Pemerintah kampung dan warga telah menyatakan kesiapan mendukung pembangunan kawasan pesisir yang diharapkan memberikan manfaat bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam proses pembangunan juga menunjukkan bahwa keberadaan fasilitas KNMP nantinya tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai pengguna sekaligus bagian dari pengelolaan kawasan.

Pada akhirnya, keberhasilan KNMP Waryesi tidak hanya ditentukan oleh berdirinya fasilitas fisik. Keberlanjutan program juga akan berkaitan dengan bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan, dirawat, dikelola dan dikembangkan bersama masyarakat untuk mendukung aktivitas ekonomi pesisir.

Dengan potensi perikanan yang dimiliki Kabupaten Supiori, pembangunan kawasan nelayan di Waryesi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat pesisir.

Namun, manfaat tersebut membutuhkan kesinambungan antara pembangunan, pemberdayaan warga, penguatan kelembagaan serta tata kelola kawasan dalam jangka panjang.

(Mel)