SORONG, MPN – Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Tanjung Kasuari, Distrik Maladum Mes, Kota Sorong, Papua Barat Daya, diarahkan untuk menata kawasan pesisir sekaligus memperkuat ekosistem usaha perikanan dari hulu hingga hilir.
Tanjung Kasuari menjadi salah satu dari sembilan kelurahan yang masuk dalam pengembangan KNMP di Kota Sorong. Berdasarkan laporan Pemerintah Kota Sorong pada Juli 2026, sebagian besar lokasi telah memasuki tahap pelaksanaan pekerjaan. Selain Tanjung Kasuari, lokasi pengembangan KNMP mencakup Rufei, Doom Barat, Remu Selatan, Doom Timur, Raam, Soop, Malawei, dan Saoka.
Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim mengatakan percepatan pembangunan KNMP merupakan bagian dari penguatan sektor perikanan sekaligus ketahanan pangan daerah.
“Pemerintah Kota Sorong terus mendorong percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan dan ketahanan pangan di daerah,” kata Anshar.
Pembentukan Ekosistem Rantai Dingin
Penataan kawasan tersebut tidak sebatas pembangunan permukiman atau fasilitas fisik. Dalam pengembangannya, KNMP mencakup berbagai sarana yang berkaitan langsung dengan aktivitas nelayan, mulai dari tambatan atau dermaga, pabrik es, cold storage, hingga SPBUN, bengkel dan fasilitas pendukung usaha masyarakat.
Rangkaian fasilitas itu ditujukan untuk membentuk ekosistem yang menghubungkan aktivitas produksi dengan penanganan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran hasil perikanan. Kebutuhan terhadap infrastruktur tersebut menjadi semakin penting ketika nelayan memperoleh hasil tangkapan dalam jumlah besar. Hasil laut yang tidak seluruhnya terserap pasar pada saat pendaratan membutuhkan penanganan yang tepat agar mutu dan kesegarannya tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada pembeli.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menempatkan rantai dingin sebagai bagian penting dalam penguatan ekosistem KNMP. KKP menyebut keberadaan pabrik es dan cold storage berkaitan dengan upaya menjaga mutu produk perikanan sepanjang proses produksi hingga pemasaran.
“Pengelolaan pascapanen yang berfokus pada mutu dan kualitas selama proses produksi hingga pemasaran menjadikan produk perikanan memiliki daya saing dan nilai tambah tinggi,” kata Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Machmud.
Dalam publikasi resmi Bursa Ikan KKP mengenai operasionalisasi pabrik es KNMP, ketersediaan es disebut penting untuk mendukung kesegaran dan mutu ikan. Sarana tersebut diharapkan mendukung penanganan ikan sejak setelah penangkapan hingga proses penyimpanan dan distribusi.
Dengan demikian, keberadaan pabrik es dan cold storage dapat memberikan ruang pengelolaan hasil tangkapan yang lebih baik ketika pasokan meningkat. Namun, fasilitas rantai dingin bukan jaminan otomatis terhadap kenaikan harga ikan. Nilai jual tetap dipengaruhi kualitas hasil tangkapan, volume pasokan, permintaan, biaya distribusi, akses pembeli, serta kondisi pasar pada saat transaksi.
Keberlanjutan Pemasaran dan Sinergi Lintas Sektor
Dari sisi pemasaran, integrasi fasilitas di KNMP Tanjung Kasuari berpotensi memperkuat pilihan nelayan dalam menyalurkan hasil tangkapan. Penanganan yang lebih baik, penyimpanan yang memadai, serta dukungan distribusi dapat menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pemasaran hasil laut dari kawasan pesisir Sorong. Pemerintah Kota Sorong juga mengusulkan dukungan pengembangan gerai dan pergudangan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat sistem distribusi pangan daerah.
Selain fasilitas pascapanen, ekosistem KNMP juga membutuhkan dukungan terhadap kegiatan nelayan sebelum dan saat melaut. Karena itu, keberadaan SPBUN, bengkel, dermaga serta fasilitas lainnya menjadi bagian yang saling berkaitan. KKP sendiri menegaskan konsep KNMP tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga aspek pendukung aktivitas nelayan dan pengelolaan kawasan.
Tahap berikutnya menjadi tidak kalah penting, yakni memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dikelola dan dioperasikan secara keberlanjutan. Pada 25 September 2026, KKP menggandeng Kementerian Koperasi, Kementerian Keuangan, dan BP BUMN untuk mendukung pengelolaan serta operasionalisasi KNMP. Sinergi tersebut diarahkan untuk memastikan infrastruktur dikelola secara profesional, termasuk penyusunan rencana bisnis, operasional, pengembangan usaha, dan perluasan akses pemasaran hasil kelautan dan perikanan.
Bagi Tanjung Kasuari, keberhasilan KNMP pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh selesainya pembangunan fisik. Fungsi dermaga, pabrik es, cold storage, SPBUN, bengkel, dan fasilitas pendukung lainnya perlu berjalan dengan tata kelola yang jelas, mudah diakses nelayan, terawat, serta terhubung dengan pelaku usaha dan pasar. Dengan pola tersebut, penataan kawasan pesisir dapat diarahkan bukan hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi menjadi ekosistem perikanan yang mendukung kegiatan nelayan dari laut hingga pasar.
(Red)




























