AIMAS, MPN – Sukacita menyelimuti masyarakat Kabupaten Sorong setelah hujan lebat akhirnya mengguyur wilayah Sorong Raya pada Sabtu, 12 Oktober lalu. Turunnya hujan ini menandai berakhirnya masa kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang sempat melanda selama hampir enam bulan.
Seiring berlalunya krisis kekeringan tersebut, masyarakat Kabupaten Sorong menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 806/Satya Inyomusi. Di bawah komando Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom., pasukan TNI bentukan baru ini dinilai bergerak cepat dan tanggap dalam membantu warga menghadapi situasi kritis sepanjang musim kemarau.
Selama masa sulit tersebut, prajurit Yonif TP 806/SI berhasil mengatasi dua masalah krusial sekaligus di wilayah Kabupaten Sorong, yakni penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi ribuan warga terdampak.
Berjibaku Padamkan Titik Api di Kawasan Strategis
Sebelum hujan turun, kemarau panjang sempat memicu kemunculan titik api di beberapa kawasan strategis dan pemukiman warga. Menghadapi ancaman bencana karhutla tersebut, personel Yonif TP 806/SI diterjunkan langsung ke lapangan dengan mengerahkan armada mobil pemadam milik satuan guna melokalisir dan memadamkan api secara intensif.
Personel Yonif TP 806/SI berjibaku melokalisir titik api saat kebakaran lahan melanda kawasan Kabupaten Sorong akibat kemarau ekstrem El Nino.
Aksi pemadaman taktis dan pengamanan wilayah ini difokuskan di sepanjang Jalan Kontainer, yang menjadi titik penanganan terberat selama tiga hari berturut-turut.
Selain itu, pergerakan pasukan juga menyasar kawasan rawan lainnya seperti di Kampung Klalin dan Kampung Warmon Kokoda untuk melindungi pemukiman warga dari kabut asap. Prajurit TNI turut berjibaku bersama Polri dan pemadam kebakaran Kabupaten Sorong untuk memadamkan api di hutan depan Kantor DPRD Kabupaten Sorong, serta melakukan lokalisasi api di kawasan pemukiman warga di Alun-Alun Aimas hingga situasi benar-benar kondusif.
Pasok Ribuan Liter Air Bersih Langsung ke Pemukiman Warga Terdampak
Dampak nyata El Nino tidak hanya memicu karhutla, tetapi juga membuat sumur dan sumber air di kampung-kampung warga mengering total. Merespons jeritan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk konsumsi, Yonif TP 806/SI bergerak cepat mengerahkan truk-truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter per tangki untuk mendistribusikan bantuan air bersih langsung ke pemukiman warga.
Secara keseluruhan, total pasokan air bersih yang berhasil disalurkan mencapai 85.000 liter untuk memenuhi kebutuhan harian warga di berbagai titik kampung yang terdampak kekeringan.
Alokasi bantuan paling masif disalurkan di Kampung Klalin sebanyak 7 tangki atau setara 35.000 liter, disusul wilayah Walal sebanyak 3 tangki air bersih. Suplai air bersih juga didistribusikan secara merata ke wilayah Kampung Warmon Kokoda SP 3, kawasan SP 1, dan Kampung Moi yang masing-masing mendapatkan jatah 2 tangki.
Tidak ketinggalan, kawasan Bambu Kuning, Jalan Pariwisata, area sekitar Kantor DPRD Kabupaten Sorong, Jalan Osok, hingga Kampung Sagu masing-masing mendapatkan pengiriman pasokan 1 tangki air bersih.
Aksi sigap yang dipimpin langsung oleh Danyonif Letkol Inf Handi Wibowo ini dinilai warga laksana oase di tengah gurun. Kehadiran para prajurit tidak hanya menyambung urat nadi kehidupan masyarakat saat krisis air, tetapi juga berhasil mencegah kerugian materiil yang lebih besar akibat ancaman karhutla.
Kini, setelah hujan mengguyur dan bumi Sorong kembali basah, dedikasi dan langkah responsif yang ditunjukkan selama enam bulan terakhir semakin mengukuhkan eksistensi Yonif TP 806/SI di wilayah Kepala Burung Papua. Kehadiran para prajurit di lapangan menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI yang selalu hadir dan memberikan solusi konkret di tengah kesulitan rakyat.