Menjaga Mutu Ikan di Rantai Dingin
Tantangan nelayan Sorong tidak berhenti saat solar terisi penuh. Begitu ikan berhasil dipancing, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitas atau mutu hasil tangkapan hingga tiba di daratan.
Di sinilah peran penting ketersediaan es balok dan fasilitas penyimpanan berbasis rantai dingin (cold chain). Semakin lama kapal berada di laut, semakin tinggi risiko penurunan kualitas ikan yang otomatis akan menjatuhkan harga jualnya.
Melalui pengembangan KNMP, pemerintah diharapkan tidak hanya membangun dermaga, tetapi juga memastikan fasilitas pendukung seperti pabrik es dan ruang pendingin (cold storage) dapat berfungsi optimal dan terintegrasi langsung dengan aktivitas harian nelayan setempat.
Progres Pembangunan di Kota Sorong
Di Kota Sorong, Kelurahan Tanjung Kasuari disiapkan menjadi salah satu dari sembilan lokasi pengembangan KNMP. Delapan kelurahan lainnya yang masuk dalam program ini meliputi Rufei, Doom Barat, Remu Selatan, Doom Timur, Raam, Soop, Malawei, dan Saoka.
Pemerintah Kota Sorong melaporkan bahwa sebagian besar proyek fisik di lokasi-lokasi tersebut sudah mulai berjalan. Meski demikian, khusus untuk wilayah Saoka, pemerintah daerah masih melakukan pendekatan musyawarah dengan tokoh adat dan masyarakat setempat terkait dinamika lahan, sambil menyiapkan lokasi alternatif jika diperlukan.
Wakil Wali Kota Sorong, Anshar Karim, menyatakan bahwa akselerasi proyek KNMP ini ditujukan untuk memperkuat fondasi ekonomi maritim lokal.
“Pemerintah Kota Sorong terus mendorong percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan dan ketahanan pangan di daerah,” kata Anshar.
Koperasi Sebagai Offtaker Hasil Tangkapan
Agar ekosistem perikanan ini hidup, KKP memperluas kerja sama lintas sektor dengan menggandeng Kementerian Koperasi, Kementerian Keuangan, dan Badan Pengaturan BUMN. Langkah ini diambil agar pengelolaan infrastruktur KNMP dilakukan secara profesional dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan bahwa KNMP nantinya akan diintegrasikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Koperasi ini yang akan bertindak sebagai offtaker atau penyerap utama hasil tangkapan nelayan dengan harga yang adil.
“KNMP ini bagian dari unit usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), salah satunya yang akan menjadi offtaker hasil tangkapan nelayan, karena infrastruktur sudah kami siapkan,” jelas Trenggono.
Selain penguatan kapasitas SDM koperasi, PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) juga ditugaskan untuk ikut mengelola operasional KNMP, menyusun rencana bisnis, serta memperluas akses pasar produk perikanan Sorong ke kancah nasional maupun ekspor.





























