TAMBRAUW, MPN – Setelah sempat terpisah dan menyelamatkan diri akibat serangan bersenjata di lokasi proyek pembangunan jalan, tujuh pekerja yang terdampak insiden di Kampung Sikor, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi.

Keberhasilan tersebut dipastikan setelah aparat gabungan Polres Tambrauw dan Sat Brimob Polda Papua Barat Daya menemukan Naharudin (41), pekerja terakhir yang sebelumnya belum diketahui keberadaannya, pada Jumat (6/11/2026).

Penemuan ini sekaligus mengakhiri proses pencarian terhadap tujuh pekerja yang terdampak penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (4/11/2026) siang.

Kapolres Tambrauw AKBP Eddwar Martua Pandjaitan, S.I.K., M.H., mengatakan seluruh pekerja yang terdampak kejadian tersebut telah ditemukan dan dievakuasi.

“Dengan demikian, seluruh tujuh pekerja proyek yang terdampak insiden tersebut telah ditemukan dan dievakuasi,” kata Eddwar dalam siaran persnya, Sabtu (7/11/2026).

Penyerangan terjadi di kawasan pembangunan Jalan Trans Nasional Papua Barat Daya–Papua Barat, tepatnya di Kampung Sikor, Distrik Fef. Dalam kejadian tersebut, para pekerja menjadi sasaran serangan. Sejumlah fasilitas operasional perusahaan juga dibakar, termasuk camp pekerja, sepeda motor, mobil, truk, dan alat berat ekskavator.

Situasi pascakejadian membuat sejumlah pekerja berupaya menyelamatkan diri menjauh dari lokasi, bahkan hingga masuk ke kawasan hutan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan aparat melanjutkan pencarian untuk memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal.

Dua hari setelah penyerangan, Kapolres Tambrauw bersama personel Polres Tambrauw dan Kompi 3 Yon A Pelopor Sat Brimob Polda Papua Barat Daya kembali mendatangi lokasi kejadian.

Kegiatan pada Jumat tersebut diawali dengan apel konsolidasi di Mapolres Tambrauw sekitar pukul 13.10 WIT. Setelah menerima arahan terkait keselamatan personel dan teknis pelaksanaan tugas, rombongan bergerak menuju camp perusahaan.

Dalam perjalanan, rombongan bertemu dengan kendaraan yang membawa Naharudin di sekitar Jembatan Imor Lama. Pekerja berusia 41 tahun itu kemudian dipastikan sebagai orang yang sebelumnya masih dalam pencarian.

Setibanya di camp perusahaan sekitar pukul 13.55 WIT, personel melakukan pemeriksaan kondisi lokasi sekaligus mengumpulkan barang bukti yang masih tersisa.

Satreskrim Polres Tambrauw mengumpulkan satu unit sepeda motor Honda CRF 150L serta sejumlah peralatan proyek yang ditemukan di lokasi. Barang-barang tersebut selanjutnya diamankan untuk mendukung kepentingan penyelidikan.

Di tengah proses penanganan perkara, kepolisian juga meningkatkan langkah pengamanan untuk mencegah munculnya gangguan keamanan baru.

Patroli gabungan melibatkan personel Polres Tambrauw, Brimob, Kodim 1810/Tambrauw, serta Satgas Pamrahwan 764. Pengawasan dilakukan melalui patroli bergerak dengan pola pengamanan terbuka maupun tertutup di Distrik Fef, Distrik Bamusbama, dan wilayah sekitarnya.

Selain pengamanan lapangan, Kapolres Tambrauw membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, unsur TNI, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendukung pemulihan kondisi keamanan setelah insiden penyerangan.

Jajaran Intelkam juga diarahkan meningkatkan deteksi dini dan pengumpulan informasi. Satbinmas melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat, sedangkan Satreskrim melanjutkan penyelidikan guna mengungkap latar belakang kejadian serta mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

Dalam situasi pascakejadian, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang sumber dan kebenarannya belum jelas.

Kepolisian juga mengingatkan warga agar tidak terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat maupun menyebarkan foto dan video insiden tanpa memastikan keaslian serta konteksnya.

Polres Tambrauw menegaskan upaya pengamanan dan pemantauan situasi akan terus dilakukan bersama TNI, Brimob, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Tambrauw sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pekerja yang menjalankan aktivitas pembangunan di wilayah tersebut.

(Mel)