SORONG, MPN – Cuaca panas dan kemarau panjang melanda wilayah Kota Sorong, Papua Barat Daya, dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini mengakibatkan sejumlah sumur warga mengering sehingga pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga menjadi sangat terbatas. Warga Kompleks Perumahan Jaya Molek Perkasa (JMP), yang beralamat di Jalan Teminabuan Sadewa 9, Kelurahan Klasaman, Distrik Klaurung, merasakan dampak paling berat.
Sebagian besar keluarga di kawasan tersebut mengandalkan sumur bor pribadi sebagai sumber utama air bersih. Namun, hujan yang jarang turun menyebabkan sumber air itu perlahan menyusut hingga akhirnya tidak lagi mengalirkan air. Sudah hampir satu bulan, warga berjuang memenuhi kebutuhan air mencuci, memasak, dan sanitasi tanpa pasokan yang memadai. Biaya pembelian air secara mandiri membebani anggaran rumah tangga, sehingga banyak keluarga kesulitan menjalani aktivitas harian dengan normal.
Di tengah tekanan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bagian dari Badan Gizi Nasional yang mengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan perumahan itu mengambil langkah nyata. Dapur dengan nomor registrasi 96.71.02.1010.01 Sorong Timur Klamana ini menyalurkan bantuan air bersih secara cuma-cuma kepada seluruh warga yang terdampak kekeringan. Langkah cepat dan tepat ini menjadi penyelamat bagi ratusan jiwa yang sempat terjebak dalam kesulitan.
Warga menyambut kedatangan pasokan air bersih dengan sukacita dan rasa syukur yang mendalam. Eka, salah satu warga perumahan JMP, mengungkapkan apresiasi tulusnya atas perhatian yang diberikan. “Sumur kami sudah kering hampir satu bulan akibat kemarau ini. Kami sangat beruntung, dapur MBG memberikan bantuan air secara gratis kepada kami. Terima kasih banyak kepada Bapak Presiden dan seluruh pihak yang membantu mewujudkan bantuan ini,” ujar Eka dengan penuh haru.
Bantuan air bersih tersebut langsung meringankan beban kehidupan warga. Mereka kini dapat memenuhi kebutuhan mencuci, membersihkan badan, dan menjaga kebersihan lingkungan tanpa harus mencari sumber air dari tempat yang jauh atau mengeluarkan biaya besar. Warga pun menaruh harap agar pengelola dapur MBG dan pemerintah daerah terus menyalurkan pasokan air bersih ini sepanjang musim kemarau masih melanda wilayah Sorong dan sekitarnya.
Aksi nyata yang dilakukan dapur MBG Sorong ini membuktikan bahwa kehadiran program pemerintah tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga siap merespons kebutuhan mendesak warga saat bencana atau kondisi darurat terjadi. Kepekaan dan tindakan cepat ini menunjukkan bahwa negara benar-benar hadir dan membantu rakyat yang sedang mengalami kesulitan di tengah situasi yang sulit sekalipun. (Mel)





























