SORONG, MPN – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Dofior 2026. Dimulainya operasi ini ditandai dengan digelarnya apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., di Lapangan Apel Mako Polda Papua Barat Daya pada Senin (26/10/2026).

Agenda rutin ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat Daya. Selain dari internal kepolisian, hadir pula perwakilan dari PT Jasa Raharja serta unsur Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan adanya sinergi lintas instansi untuk menyukseskan jalannya operasi di lapangan.

Pelaksanaan apel bersama tersebut menjadi representasi kesiapan dan kolaborasi antarinstitusi dalam menekan angka pelanggaran di jalan raya. Target utamanya adalah mendongkrak tingkat kesadaran serta kepatuhan masyarakat terhadap regulasi lalu lintas yang berlaku.

Melalui Operasi Patuh Dofior tahun ini, Polda Papua Barat Daya mengusung semangat kolaborasi antara aparat kepolisian dan warga. Pihak polda menekankan bahwa keselamatan di jalan raya bukanlah beban tugas kepolisian semata. Kondisi lalu lintas yang aman membutuhkan kepedulian, kesadaran, serta partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat pengguna jalan.

Sejalan dengan hal tersebut, Polda Papua Barat Daya mengimbau warga untuk selalu disiplin saat berkendara. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi dokumen surat berkendara, menghindari penggunaan ponsel saat menyetir, serta selalu memprioritaskan keselamatan bersama.

Melalui komitmen kebersamaan dan sinergitas yang kuat ini, Operasi Patuh Dofior 2026 diharapkan mampu melahirkan budaya disiplin baru dalam berkendara. Goal akhirnya adalah terciptanya situasi arus lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di seluruh wilayah hukum Papua Barat Daya.

(Mel)